INFLASI DESEMBER 2014: Pemprov DKI Optimis Tidak Akan 2 Digit

Pemerintah Provinsi DKI optimistis inflasi Desember 2014 tidak akan menyentuh angka dua digit, kendati terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Duwi Setiya Ariyanti | 02 Januari 2015 07:50 WIB
Pasar Tradisional

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI optimistis inflasi Desember 2014 tidak akan menyentuh angka dua digit, kendati terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Biro Perekonomian DKI Adi Ariantara mengatakan berdasarkan proyeksi pesimistis inflasi DKI pada Desember berada di angka 8,45% atau mengalami penaikan 3,91% dibandingkan dengan inflasi tahun ke tahun atau year on year (yoy) yaitu 4,54%.

Kenaikan harga BBM terjadi saat tingkat konsumsi dan stok kebutuhan terjaga. Belajar dari tahun sebelumnya pun, kata Adi, inflasi tak akan mencetak ke dua angka.

"Dari dampak tahun lalu, inflasi tidak menembus angka dua digit. Proyeksi pesimisnya naik 3,91% menjadi 8,45% ditambah inflasi yoy 4,54%," ujarnya kepada Bisnis di Balai Kota, Rabu (31/12/2014).

Lebih lanjut, kontribusi terbesar penaikan infasi berasal dari tarif angkutan yaitu sebesar 2,25%. Adapun, rinciannya angkutan dalam kota 1,91%, antar kota 0,3% dan kereta api 0,3%.

"Kontribusi terbesar memang di angkutan yaitu 2,25%," katanya.

Sisanya, menurut Adi, dampak langsung penaikan harga premium turut andil 1,3%. Sementara, komponen lainnya berasal dari upah tenaga kerja dan harga sewa rumah sebesar 0,37% dan bahan pangan sebesar 0,16%.

"Dampak langsung kenaikan harga premium itu 1,3% dan yang lainnya seperti tenaga kerja, sewa kamar dan bahan pangan 0,16%," lanjutnya.

Tag : Inflasi, dki jakarta
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top