Ahok Kecewa Usai Demo Buruh 1 September Taman Jadi Kotor Sampah

Ahok Kecewa Usai Demo Buruh 1 September Taman Jadi Kotor Sampah
Newswire | 02 September 2015 19:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Selama demonstrasi buruh di Jakarta, Selasa kemarin, polisi yang berjaga sudah dipilah menjaga para demonstran agar tak ricuh. Juga penjagaan terhadap obyek-obyek vital. Bahkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja menjaga taman supaya tak diinjak para demonstran.

Ahok, sapaan akrab Basuki, sudah memperingatkan para demonstran sejak dua hari lalu agar unjuk rasa itu tak merusak keindahan dan properti publik. “Saya meminta Polisi Pamong Praja memotret demonstrasi sebagai bukti bahwa mereka merusak taman,” katanya.

Karena itu, Satuan Polisi Pamong Praja mengerahkan 100 personelnya di sekitar taman Balai Kota, dekat Istana Negara, dan sepanjang Jalan Merdeka Barat di dekat patung kuda. “Mereka bertugas secara khusus,” kata Kukuh Hadi Santoso, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Hanya, tugas khusus itu justru dipakai para polisi untuk mencari tempat berteduh. Berdasarkan pantauan, beberapa demonstran yang menyeberang jalan dengan menerobos pagar kawat taman di sepanjang Jalan Merdeka Barat hingga Merdeka Utara dibiarkan saja. Para polisi itu hanya duduk memainkan telepon seluler dan tak menegur mereka yang menginjak taman.

Menurut Kukuh, selain bertugas menjaga taman, 100 polisi lain berjaga menghalau pedagang asongan menggelar barang dagangan sembarangan. “Agar unjuk rasa tetap tertib dan bersih,” katanya. Nyatanya, para polisi itu membiarkan pedagang menyerbu lokasi demo. Dari penjual bakso, mi ayam, ketoprak, minuman, hingga kaus anak-anak.

Selain Polisi Pamong Praja, kepolisian Jakarta mengirim 2.500 personel bantuan untuk menjaga jalannya demonstrasi. Mereka berkumpul di depan Balai Kota, Istana Wakil Presiden, Monumen Nasional, Bundaran Hotel Indonesia, serta di sekitar patung kuda di bundaran Indosat yang menjadi pusat unjuk rasa. Di tempat lain, petugas juga berjaga di depan kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Kesehatan.

Jumlah personel Polisi Pamong Praja tampak lebih banyak di sekitar Istana Negara. Menurut Yandi, salah seorang polisi, ada 400 anggota yang berjaga di tempat itu. "Ini yang paling banyak, soalnya kami menjaga kantor Presiden," katanya.

Sekitar 15 ribu buruh dari kota di sekitar Jakarta tumpah di patung kuda itu sejak pukul 10.00, Selasa, 1 September 2015. Mereka memenuhi Jalan Merdeka Barat sepanjang 500 meter. Para buruh ini berjalan kaki menuju Istana Negara dan membacakan 10 tuntutan dalam unjuk rasa 1 September itu. Mereka membawa kantong plastik untuk sampah, tapi tak ditegur ketika menginjak taman.

Sumber : Tempo.co

Tag : ahok
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top