Rawan Gempa, Sandi Sebut Jakarta Tak Miliki Pencegahan Yang Bagus

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menjelaskan bencana alam seperti gempa bumi tidak bisa diprediksi dengan teknologi apapun. Kendati begitu, diperlukan edukasi bagi warga Jakarta agar bisa bersikap secara tepat ketika musibah tersebut terulang kembali.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 28 Februari 2018 18:05 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metrojaya dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Jakarta, Selasa (30/1). - ANTARA/Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong kewaspadaan warga Ibu Kota dan pengembang terhadap bencana alam berupa gempa bumi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menjelaskan bencana alam seperti gempa bumi yang pernah terjadi di Jakarta pada beberapa waktu lalu tidak bisa diprediksi oleh siapa pun atau dengan teknologi apa pun. Kendati begitu, namun diperlukan edukasi bagi warga Jakarta agar bisa bersikap secara tepat ketika musibah tersebut terulang kembali.

Adapun yang bisa dilakukan, yakni menumbuhkan sikap kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana alam ini. Hal ini diperlukan agar pada saat kejadian warga tidak panik dan menimbulkan hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. "Jadi kesiapannya perlu kita tingkatkan. Jakarta tidak memiliki upaya pencegahan yang bagus," kata Sandi, Rabu (28/2/2018).

Dengan demikian, dia menambahkan akan mewajibkan pelatihan tanggap bencana yang akan diselenggarakan di sekolah, kantor, atau tempat lainnya. Harapannya program ini bisa mengedukasi masyarakat agar tetap tenang ketika terjadi gempa bumi. "Bahkan di Manila, Filipina [setahun] sudah dilakukan tiga kali latihan tingkat kota," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta untuk membuat sarana edukasi gempa seperti The Tokyo Rinkai Disaster Prevention Park di Jepang. Sarana ini memungkinkan warga Jakarta dapat merasakan simulasi gempa dalam sebuah ruangan khusus.

"[Fasilitas tersebut] menanamkan budaya dan mindset bahwa kota ini rentan terhadap bencana [dan bagaimana menghadapinya]," ungkapnya.

Sementara itu, selain edukasi kepada masyarakat, Pemprov DKI juga mendorong agar para pengembang proyek infrastruktur dan kontraktor dapat menerapkan teknologi antigempa kepada bangunannya. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan kondisi gedung dan infastruktur lainnya agar tetap kokoh atau pun bisa mereduksi keruksakan yang diakibatkan oleh gempa.

Dia mengatakan bahwa di Jepang para ahli telah berupaya untuk mengantisipasi gempa dengan membuat struktur bangunan yang lebih tahan terhadap bencana tersebut. Dengan demikian, diharapkan pengembang di Tanah Air bisa meniru langkah tersebut karena berbagai infrastruktur penting berada di Ibu Kota.

"Mass rapid transit, light rail transit, jalan layang tol dan nontol, [kelistrikan]. Jadi dari segi infrastruktur Jakarta tempatnya sangat penting," ungkapnya.

Tag : sandiaga uno
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top