Hadirkan Sensasi Bali di Tengah Kota

Keindahan alam dan kentalnya budaya khas Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Pulau Dewata tersebut. Namun, bagi Anda yang berada di Jakarta dan ingin merasakan suansana layaknya di Denpasar, Bali tidak perlu khawatir.
Dewi Andriani | 27 November 2018 00:30 WIB
Bisnis.com, JAKARTA – Hampir sebagian masyarakat ingin menikmati liburan ke Bali. Tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, Bali telah menjelama sebagai destinasi wisata yang diminati oleh para wisatawan dari mancanegara.
 
Keindahan alam dan kentalnya budaya khas Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Pulau Dewata tersebut. Namun, bagi Anda yang berada di Jakarta dan ingin merasakan suansana layaknya di Denpasar, Bali tidak perlu khawatir.
 
Datang saja ke Hotel Puri Denpasar yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta. Di sana, Anda akan menikmati atmosfer layaknya di Bali. Mulai dari dekorasi ruangan, ornament-ornament dan patung khas Bali, alunan musik yang dimainkan, aroma Bali, hingga busana para karyawan.
 
Selain itu yang tidak kalah menariknya adalah menu-menu makanan Bali seperti sate lilit, nasi jinggo, nasi campur Bali, hingga ayam dan bebek betutu semua bisa Anda nikmati di Hotel Puri Denpasar, Jakarta.
 
Wishnu Handoko, General Manager Puri Denpasar mengatakan bahwa hotel yang telah dibuka sejak 2009 ini memang terinspirasi dari interior Bali modern dengan nuansa liburan santai di daerah perkotaan.
 
Wishnu yang baru saja didapuk sebagai GM pada awal November ini mengatakan bahwa dirinya akan terus mengeksplorasi berbagai hal baru untuk dikembangkan sehingga suasana Bali yang dihadirkan kian terasa. 
 
Berbekal pengalamannya di dunia perhotelan sejak 30 tahun lamanya, Wishnu yakin dirinya mampu membawa perspektif baru dan melakukan berbagai terobosan sehingga dapat semakin meningkatkan branding Hotel Puri Denpasar.
 
Salah satu yang akan dikembangkannya adalah menghadirkan spa khas Bali yaitu Baliness Tradisional Spa. Selain itu, sebagai seorang yang sangat mencintai dunia sejarah, Wishnu juga berencana untuk menambah interior seni di dinding hotel yang menceritakan sejarah dan budaya Bali.
 
“Saya ingin ketika orang datang ke Puri Denpasar mereka langsung dapat mengingat dan merasakan suasana seperti di Bali,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) ini.
 
 
Selain itu, akan disiapkan pula souvenir bagi para tamu hotel yang berkunjung. “Akan ada penambahan untuk souvenir khas Bali sehingga mereka yang menginap seolah-olah baru saja pulang dari Bali,” tuturnya.
 
Untuk konsep kamarnya, hotel bintang 4 ini masih mengedepankan unsur modern dengan tetap menampilkan beberapa ornament khas Bali seperti lukisan dan pajangan. Saat ini, Puri Denpasar memiliki tingkat okupansi sebesar 83% secara year to date atau dari awal tahun hingga Oktober.  
 
Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai agenda untuk moment libur Natal dan akhir tahun. “Dengan berbagai agenda yang kami siapkan saya yakin tingkat okupansinya akan full,” tuturnya.
 
Puri Denpasar sendiri memiliki 77 kamar dengan ukuran terkecil 28 meter persegi dan yang terbesar 200 meter persegi untuk keluarga dengan tiga kamar tidur. Sebagai hotel yang berada di pusat kota, Puri Denpasar selalu penuh dari Senin hingga Jumat karena biasanya sering digunakan untuk lokasi meeting atau pertemuan.
 
“Pemicunya itu karena meeting room, di sini ada 17 meeting room dan satu ballroom berkapasitas 300 orang. Biasanya habis dipakai untuk rapat dan pertemua. Sebagian jumlah kamar yang ada dipakai untuk peserta yang meeting, sedangkan sisanya oleh individu atau dari online travel,” ujarnya.
 
Bukan hanya dari sisi fasilitas, hal yang juga harus dipertahankan dan terus ditingkatkan adalah pelayanan. Sebagai industri yang bergerak di bidang jasa, Wishnu sangat menyadari bahwa hotel harus benar-benar memperhatikan pelayanan dan keramahtamanan kepada para tamu yang hadir.
 
“Para karyawan harus selalu memberikan salam dan pelayanan terbaik kepada para tamu dengan sepenuh hati sehingga mereka benar-benar merasa dihargai dan dilayani. Apalagi kita bergerak di industry hospitality,” tuturnya.
 
Sabilulungan
 
Sebagai seorang pemimpin, lulusan BPLB Bandung ini, selalu menerapkan konsep kepemimpinan sabilulungan yang dalam bahasa Sunda artinya bergotong-royong. Artinya dalam memimpin, ayah dari dua orang putra ini ingin mengajak seluruh karyawan saling tolong menolong dan bahu membahu dalam menjalankan tugas.
 
Misalnya saja, ketika restaurant sedang ramai, maka pegawai yang ada di front office atau security juga dapat membantu membersihkan meja. Atau jika kamar sedang ramai, pegawai yang di bagian lain dapat membantu kerja dari room boy.
 
Hal ini juga terlihat ketika Hotel Puri Denpasar sedang melakukan pembenahan café yang ada di Padi Restauran. Café yang nantinya akan dijadikan sebagi coffee house tersebut saat ini masih dalam proses renovasi. Dalam hal ini tidak hanya pihak dari restaurant saja yang mengerjakannya tetapi juga dibantu oleh bagian lain seperti security dan front office.
 
 
“Saya ingin semua dapat dikerjakan bersama-sama secara gotong royong atau istilahnya sabilulungan meskipun di dalam pekerjaan mereka harus mendahulukan job desknya masing-masing. Tujuannya untuk kebaikan bersama juga agar pekerjaan semakin ringan,” tutur pria kelahiran 7 November 1967. ini
 
Sebagai atasan, tentu saja, Wishnu juga memberikan contoh nyata kepada para karyawannya. Dia tidak segan untuk turun tangan membantu berbagai pekerjaan. Hal inilah yang membuat Wishnu, meski baru menjabat pada awal November, tetapi sudah dekat dengan para pegawaiya.
Tag : perhotelan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top