Saat Rekaman Suara Anies Baswedan Membantah Rekaman Suara Sebelumnya

Aksi Reuni 212 sempat diwarnai beredarnya suara yang mengaku sebagai Gubernur DKI Anies Baswedan. Namun, tak berselang lama, beredar rekaman suara yang dikonfirmasi sebagai suara Anies Baswedan. Rekaman suara Anies membantah rekaman suara Anies sebelumnya.
Muhamad Wildan | 02 Desember 2018 09:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA–Aksi Reuni 212 sempat diwarnai beredarnya suara yang mengaku sebagai Gubernur DKI Anies Baswedan.

Namun, tak berselang lama, beredar rekaman suara yang dikonfirmasi sebagai suara Anies Baswedan. Rekaman suara Anies membantah rekaman suara Anies sebelumnya.

Semula pada Sabtu (1/12/2018) malam beredar rekaman suara yang mengaku sebagai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.  Rekaman suara tersebut beredar dari pesan Whatsapp
 
Dari rekaman suara tersebut disebutkan bahwa Monas akan dijaga ketat dan setiap pengunjung yang ingin mengikuti Reuni 212 diwajibkan membawa kartu identitas untuk memasuki kawasan tersebut. 
 
"Tolong sampaikan ke teman-teman dekat yang akan ikut aksi, yang akan berangkat hari ini pastikan membawa identitas KTP atau SIM," ujar suara pria dalam rekaman tersebut.

Tak berselang lama, kembali beredar rekaman suara  yang dapat dikonfirmasi sebagai suara Anies Baswedan.

Dalam rekaman suara yg kedua ini Anies membantah adanya kewajiban memiliki identitas untuk memasuki Monas.

"Pertama, masuk Monas tidak pernah mengharuskan ada KTP, yang kedua, itu bukan suara saya. Jadi bandingkan saja dengan suara ini, Ini suara asli saya," kata suara Anies tersebut.

Untuk diketahui, Anies menghadiri Reuni 212 pada Minggu (2/12/2018) dan dijadwalkan memberikan sambutan bersama dengan ketua panitia dan pimpinan-pimpinan ormas pada pukul 9:00 WIB.

Anies selama ini mengklaim alasan kehadirannya ke Reuni 212 adalah karena dirinya selalu menghadiri kegiatan-kegiatan yang diadakan di Monas.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top