DAHLAN ISKAN: Kebun teh Cipularang perlu dibenahi

BANDUNG: Kementerian BUMN berencana akan membenahi perkebunan teh di Jawa Barat, khususnya yang dilalui oleh Tol Cipularang yang mencapai 1.000 hektare. Pasalnya, kualitas teh yang dihasilkan dari perkebunan di kawasan itu semakin turun.Menteri BUMN
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  17:37 WIB

BANDUNG: Kementerian BUMN berencana akan membenahi perkebunan teh di Jawa Barat, khususnya yang dilalui oleh Tol Cipularang yang mencapai 1.000 hektare. Pasalnya, kualitas teh yang dihasilkan dari perkebunan di kawasan itu semakin turun.Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan iklim di sekitar perkebunan teh sudah berubah semenjak adanya jalan tol sehingga sudah tidak cocok lagi untuk perkebunan teh.“Kebun teh itu harus berada dalam iklim yang sejuk, dan begitu ada jalan tol yang membelah perkebunan, iklim sekitar akhirnya menjadi berubah,” katanya, hari ini.Dahlan mengungkapkan pihaknya memiliki dua alternatif solusi untuk mengatasi masalah perkebunan teh, yakni mengganti komoditas tanam selain teh atau mencari varietas bibit teh yang memang cocok dengan iklim di sekitar jalan tol.Menurut dia, jika terus mempertahankan teh ditanam di sekitar tol, perusahaan akan semakin rugi. “Luas lahan yang terkena dampak ada sekitar 1.000 hektare, sehingga sayang sekali jika tidak diselesaikan secepatnya,” ujarnya.Dia mengutarakan balai pembibitan teh akan diminta untuk mencari varietas teh yang cocok untuk ditanami di sekitar jalan tol.“Apabila memang tidak ada bibit teh yang cocok, mungkin akan ditanami komoditas lainnya seperti karet, dan bahkan jika perlu akan diubah menjadi lahan wisata. Saya minta masukannnya jika memang solusi yang lebih baik,” tuturnya.Aset mubazirSelain itu,  Dahlan menilai keberadaan lahan PT Inti yang berada di Jalan Mohammad Toha Kota Bandung sangat tidak efektif.  Pasalnya, lahan tersebut hanya dipergunakan sebagai tempat perakitan alat-alat elektronik."Saya juga seorang pengusaha, menurut saya sayang sekali lahan tersebut jika diperuntukkan tempat perakitan alat elektronik saja," ujarnya.Lebih lanjut, katanya, lahan PT Inti itu tergolong kelas I di Kota Bandung. Hal ini membuat pajak yang harus dibayar cukup tinggi sehingga tidak sebanding dengan fungsi lahan yang saat ini diperuntukan sebagai tempat perakitan."Lahan tersebut cukup luas dan mahal, jadi sayang kalau hanya jadi tempat perakitan," tegasnya.Untuk itu, Dahlan menghimbau kepada PT Inti agar mengalihkan tempat perakitan ke luar kota seperti Purwakarta atau Sukabumi. "Untuk pabrik lebih baik di luar kota seperti Purwakarta atau Sukabumi yang lahannya lebih murah," bebernya.Saat ditanya terkait rencana peluncuran saham PT Inti, dirinya mengaku belum mendapat perkembangan informasinya. Namun, dia berharap agar PT Inti bisa bertahan. (faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ringkang Gumiwang

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top