GEBRAKAN JOKOWI: Kini giliran BUMD disambangi

JAKARTA—Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan siap melakukan pembenahan pada BUMD di DKI Jakarta agar performanya lebih baik dan profesional.“Nanti akan membangun semua BUMD di DKI agar lebih baik. Terutama pengelolaannya yang harus
GEBRAKAN JOKOWI: Kini giliran BUMD disambangi News Editor | 03 Desember 2012 21:34 WIB

JAKARTA—Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan siap melakukan pembenahan pada BUMD di DKI Jakarta agar performanya lebih baik dan profesional.“Nanti akan membangun semua BUMD di DKI agar lebih baik. Terutama pengelolaannya yang harus digarap dengan benar agar bisa lebih profesional. Kalau digarap dengan betul, seharusnya tidak akan kalah dengan corporate besar,” tutur Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (3/12).Sejak pagi, Jokowi terjadwal melakukan pertemuan bersama beberapa direksi BUMD yakni PD Pasar Jaya, PD Perusahaan Air Minum Jaya, PD Pengolahan Air Limbah Jaya, PD Dharma Jaya, PT Pembangunan Jaya Ancol, dan PT Pembangunan Sarana Jaya.Jokowi mengaku belum membahas  rencana kerja pembangunan dari masing-masing BUMD tersebut. Dia mengatakan baru melakukan perkenalan untuk mengetahui secara lengkap masing-masing bidang pengerjaan dari setiap BUMD tersebut.“Saya minta diserahkan RKP-nya dulu, baru nanti dipelajari. Satu sampai dua minggu ke depan akan dipanggil satu persatu untuk dibahas secara detil. Sekarang baru perkenalan dulu,” ujarnya.Dalam membangun BUMD yang lebih baik, kata Jokowi, butuh kerja keras dan waktu. Karena baru melakkan pertemuan awal, Jokowi belum bisa merinci pembenahan apa saja yang akan dilakukan untuk mewujudkan rencananya tersebut.Jokowi juga menolak menjabarkan bagaimana kinerja BUMD selama ini. “Kerja harus detil. Saat ini baru perkenalan. Nanti saya baru buka bukunya, untuk mempelajari lagi,” katanya.Dirut PD PAM Jaya Sriwidayanto Kaderi mengakui pertemuan tersebut hanya sebatas perkenalan saja.“Rencanannya pekan depan akan kembali bertemu dengan Gubernur untuk membahas program kerja.”Yang dibahas, sebutnya, hanya program kerja dan capaian program, belum masuk dalam pembahasan teknisnya. Dia mengungkapkan siap menghadapi penataan dan pembenahan sesuai dengan arahan Gubernur.Sri mengatakan beberapa hal yang diungkapkan dalam paparan aadalah mengenai ketersediaan air baku di DKI Jakarta. Saat ini, lanjutnya, 96% air baku diperoleh dari luar Jakarta. Sedangkan air dari Kali Krukut dan Pesanggrahan baru bisa mengolah 4%-nya. (06/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Fatia Qanitat

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top