DAGING SAPI: Di Jakarta makin langka dan mahal

JAKARTA: Warga seputar Jakarta tampaknya bakal makin sulit menemukan daging di pasaran hingga akhir tahun ini.
DAGING SAPI: Di Jakarta makin langka dan mahal Basilius Triharyanto | 04 Desember 2012 07:29 WIB

JAKARTA: Warga seputar Jakarta tampaknya bakal makin sulit menemukan daging di pasaran hingga akhir tahun ini.

 
Pasalnya persediaan stok daging di Jakarta saat ini kurang dari 60 ton padahal seharusnya mencapai 120 ton. 
 
Dengan begitu, meskipun ditemukan di pasaran, harga daging masih melambung tinggi.
 
Plt Direktur Utama PD Dharma Jaya, Kusuma Andika mengatakan stok daging di Jakarta saat ini masih ada tetapi jumlahnya tak sesuai kebutuhan masyarakat.
 
"Karena itu, untuk menutupinya diperlukan bantuan dari distributor daging," katanya seperti dikutip situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Senin (3/12/2012).
 
Menurut Andika, perlu segera menggandeng Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) agar kebutuhan daging terpenuhi. 
 
Pihaknya juga makin kesulitan memenuhi kebutuhan daging sapi. 
 
Terlebih, sejumlah daerah pemasok seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur lebih memilih mengirim sapi ke Kalimantan dan Bali terkait biaya pengiriman.
 
Sebelumnya Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring mengatakan harga daging yang masih tinggi saat ini merupakan cerminan dari minimnya pasokan sapi lokal.
 
Karena itu pihaknya mempertanyakan kesiapan pasokan sapi potong lokal menyusul pemangkasan kuota impor daging menjadi 80.000 ton pada 2013. 
 
"Turunkan dulu harganya, baru bisa bilang turunkan kuota impor. Di mana sapi-sapi yang kata pemerintah surplus itu," katanya belum lama ini.
 
Menurutnya, gejolak harga sekarang seharusnya dapat diatasi dengan mendatangkan sapi lokal dari sentra produksi. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top