JOKO WIDODO: BUMD Yang Rugi Akan Ditinjau Ulang

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan meninjau ulang BUMD yang merugi.“Kalau masih memiliki prospek, akan dilakukan suntikan modal. Penyebab kerugian itu ada beberapa kemungkinan, karena salah urus, salah manajemen, atau mungkin pasarnya
JOKO WIDODO: BUMD Yang Rugi Akan Ditinjau Ulang Bambang Sutejo | 05 Desember 2012 20:58 WIB

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan meninjau ulang BUMD yang merugi.“Kalau masih memiliki prospek, akan dilakukan suntikan modal. Penyebab kerugian itu ada beberapa kemungkinan, karena salah urus, salah manajemen, atau mungkin pasarnya yang tidak ada,” tutur Jokowi seusai bertemu jajaran direksi BUMD di Balai Kota, Rabu (5/12/2012).Meski enggan menyebutkan nama-nama BUMD yang merugi, Jokowi mengakui ada BUMD yang tidak mampu mengebalikan pinjaman ke bank.Dalam pertemuan bersama setiap BUMD, dia meminta BUMD menyebutkan keuntungan per tahun dan peluang bisnis ke depan. Setelah meminta rencana kerja, Jokowi mengatakan akan kembali memanggil BUMD satu per satu.“Sesuai kepentingan pemerintah, akan diarahkan ke mana saja peluang ekspansi bisnis dari BUMD tersebut. Tidak hanya murni bisnis, tapi harus diperhatikan juga muatan-muatan yang diperlukan untuk memperbaiki kota,” tuturnya.Sementara bagi BUMD yang tergolong sehat, sambung Jokowi, akan didorong untuk menjadi perusahaan terbuka Menurut dia, proses ke arah tersebut perlu pengkajian secara detail. “Untuk IPO [initial public offering], tidak perlu tergesa-gesa.”Dia menyebutkan PT Bank DKI merupakan salah satu BUMD yang tergolong siap didorong untuk IPO. Untuk mendukung rencana tersebut, dia mengaku perlu memberikan suntikan modal bagi BUMD tersebut.Meskipun begitu, Jokowi memberikan catatan kepada Bank DKI agar tidak terjebak dalam sektor komsumtif. Bank DKI diharapkan dapat masuk untuk mendorong usaha produktif terutama UMKM.“Tadi sudah saya arahkan sedikit agar masuk ke usaha-usaha pasar dan home industri di kampung-kampung. Saya lihat untuk sektor produktifnya masih berpeluang banyak,” tuturnya.Dirut PT Bank DKI Eko Budiwiyono menyatakan hal sama bahwa pihaknya telah menerima berbagai arahan dan saran dari gubernur. “Tadi kami menyampaikan konsentrasi bisnis ke mana saja, dan langkah-langkah apa yang dibutuhkan untuk men-support kinerja agar lebih baik lagi.”Anggota Komisi C DPRD DKI S. Andyka mengatakan dari total 24 BUMD di DKI Jakarta, ada beberapa di antaranya yang berada dalam kondisi kurang sehat. Dia menyebutkan PD Dharma Jaya saat ini sedang mengalami defisit keuangan.Selain itu, sebutnya, BUMD yang tergolong sebagai perusahaan patungan seperti PT Ratax Armada dan PT Cemani Loka juga berada dalam kondisi serupa. Pada 2011 lalu, karena mengalami kerugian, empat BUMD yakni PT Jaya Nur Sukses, PT Rheem Indonesia, PT Bumi Grafika, dan PT Determinan Indah sudah didivestasi.Sementara BUMD yang tergolong mempunyai kemampuan memberikan dividen yang cukup besar kepada Pemprov DKI selama ini adalah PT Bank DKI, PT Pembangunan Jaya Ancol, dan PT Jakarta Tourisindo. (bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top