CAR FREE NIGHT: Bisnis Perhotelan Jakarta Bisa Terganggu

JAKARTA-- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menilai rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengadakan car free night untuk memeriahkan malam Tahun Baru 2013 akan berdampak serius bagi bisnis perhotelan di Jakarta.
CAR FREE NIGHT: Bisnis Perhotelan Jakarta Bisa Terganggu Annisa Margrit | 21 Desember 2012 08:50 WIB

JAKARTA-- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menilai rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengadakan car free night untuk memeriahkan malam Tahun Baru 2013 akan berdampak serius bagi bisnis perhotelan di Jakarta.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta Krishandi mengatakan ide yang baru pertama kali diluncurkan oleh DKI-1 ini cukup mengejutkan.

"Secara kasat mata hotel-hotel akan terkena dampaknya. Namun, seberapa besar, kami belum tahu. Ketar-ketir iya," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/12/2012).

Saat ini PHRI belum bisa memprediksi dampak kebijakan itu. Pasalnya, pada periode gubernur-gubernur sebelumnya belum pernah ada ide untuk menerapkan car free night di malam Tahun Baru.

Kebijakan itu, lanjutnya, tentu akan berpengaruh pada masyarakat yang akan merayakan malam Tahun Baru di hotel-hotel di sekitar wilayah car free night itu. Masyarakat bisa saja membatalkan rencana perayaan itu, karena tidak ada akses menggunakan kendaraan.

Dia menilai kebijakan itu bisa berdampak positif atau negatif. Secara positif, hal itu bisa membuat orang menambah paket menginap yang tadinya hanya perayaan malam Tahun Baru. Namun, bisa juga berdampak pembatalan terhadap pesanan kamar hotel.Krishandi memperkirakan pada akhir tahun ini akan ada peningkatan okupansi hotel 10% dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Namun, perhitungan itu tidak memperhitungkan kebijakan car free night yang diutarakan Jokowi.

Pada 2012, tercatat ada delapan hotel yang dioperasikan oleh operator hotel besar masuk ke pasar hotel bintang 3 sampai 5. Dari 2.022 kamar hotel yang selesai, 26% adalah hotel bintang 3, 45% hotel bintang 4 dan 29% hotel bintang 5.

Terkait dengan penambahan pasokan tersebut, jumlah kamar di hotel berbintang 3 sampai 5 di Jakarta sampai akhir Desember 2012 adalah 26.113 kamar.

Pemprov DKI Jakarta mencatat sampai saat ini terdapat 121 pertunjukan yang akan digelar pada malam pergantian tahun 2013.

 Seluruh kegiatan tersebut terletak di 85 lokasi, dengan kegiatan terbanyak terdapat di Jakarta Pusat, yaitu 63 acara.

 Catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk perayaan Tahun Baru 2012 terdapat 162 lokasi dengan 201 pertunjukan. Rata-rata dalam 4 tahun terakhir terjadi peningkatan 9,4%.

Penyelenggaraan acara masih didominasi oleh hotel (56,9%), disusul oleh restoran (13,8%), bar (9,2%), diskotik (6,1%), dan kawasan lainnya (13,8%).

 Dari seluruh acara yang digelar pada 31 Desember, tarif paling tinggi dikenakan oleh Hotel Aston Marina Ancol sebesar Rp6,6 juta/kamar. Hotel tersebut menampilkan berbagai hiburan dengan manampilkan bintang tamu 3 Diva.

 Pemprov telah menyiapkan sebanyak 420 petugas pengawasan terpadu yang turut mengawasi jalannya perayaan Tahun Baru 2013.

Jokowi berharap pada malam Tahun Baru, semua kendaraan baik motor maupun mobil tidak diperbolehkan melewati jalur Sudirman, Thamrin hingga Jalan Merdeka Barat pada pukul 21.00 hingga pukul 02.00. 

Meskipun belum menjadi sebuah keputusan final, Jokowi sudah berencana dalam acara malam tahun baru 2013 mendatang akan ada acara karnaval dan panggung-panggung hiburan. (spr) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top