Bus TransJakarta Karatan: Ahok Bantah Ikut Terlibat

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama membantah keterlibatan dirinya dan Gubernur DKI Joko Widodo dalam armada bus Transjakarta yang berkarat.
Yanita Petriella | 02 April 2014 14:13 WIB
Transjakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama membantah keterlibatan dirinya dan Gubernur DKI Joko Widodo dalam armada bus Transjakarta yang berkarat.

Sebelumnya, Koordinator Traffic Demand Management (TDM) Ahmad Syafrudin mengatakan kasus armada bus Transjakarta tidak lepas dari kebijakan hulu.

Jokowi dan Ahok dianggap mengetahui dokumen pengadaan barang dan jasa yang bernilai di atas Rp1 triliun dan diduga ada unsur kesengajaan dalam proses tender tersebut.

"Gimana bisa duga, misalnya saya minta Anda beli televisi tetapi kalau yang datang jelek ya harus tolak dong. Kalau terima, Anda salah," ujarnya di Balai Kota, Rabu (2/4/2014).

Menurutnya, tim pengadaan armada bus Transjakarta lah yang harus bertanggung jawab dalam pembelian armada bus Transjakarta yang berkarat dan tidak sesuai dengan kriteria Pemprov DKI.

"Kalau saya perintahkan Anda beli sama Ankai dan saya bilang bus jelek itu terima saja baru salah saya," ucapnya.

Pengadaan armada bus yang berkarat tersebut, lanjutnya juga salah DPRD karena persetujuan armada tersebut dari DPRD dan DPRD meminta untuk menerima armada tersebut.

"Kalau Anda mau salahkan saya, salahkan DPRD juga. Mereka semua salah karena juga putuskan beli bus tersebut," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga menambahkan rencana pembelian armada bus pada tahun ini akan dilakukan bukan dengan tender tetapi melalui E-catalogue.  Namun, hingga saat ini E-catalogue belum selesai persiapannya, sehingga pada tahun ini penambahan 1.000 armada bus akan ditunda terlebih dahulu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, ahok, transjakarta

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top