AHOK Lawan Pungli PKL Dengan Sistem Ini

Pemprov DKI akan menerapkan sistem auto debet untuk menghapuskan pungutan liar kepada pedagang kaki lima (PKL).
Duwi Setiya Ariyanti | 02 Juli 2014 15:16 WIB
Ilustrasi: Penertiban PKL - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemprov DKI akan menerapkan sistem auto debet untuk menghapuskan pungutan liar kepada pedagang kaki lima (PKL).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai sistem yang ada saat ini tidak jelas aliran dananya. Oleh karena itu, dari pada masuk ke kantong preman lebih baik disetor ke pihak Pemprov karena PKL akan ditertibkan dan dibina.

"Dari pada bayar preman, sekarang ganti preman baru. Ini preman resmi," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, Rabu (2/7/2014).

Menurutnya, dengan penerapan sistem auto debet akan berlaku penarikan iuran secara harian. Sistem lokasi binaan atau lokbin pun dinilai belum efektif karena meskipun PKL membayar iuran, dana itu tak disetorkan ke pihak Pemprov DKI.

"Dipungut-pungut enggak jelas. Kalau sekarang langsung auto debet ke Bank. Langsung kebaca," tuturnya.

Lebih lanjut, pendataan jumlah PKL dan bank issuer sedang bersiap untuk menerapkan sistem ini. "Harian debet-nya. UKM lagi didata. Bank lagi disiapkan," katanya.

Seperti diketahui, PKL di Ibu Kota akan ditata dan dibina oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. PKL yang selama ini menduduki Monas, dan jalan-jalan trotoar ditertibkan. Peresmian kawasan IRTI Monas pada Agustus akan menjadi model penertiban PKL.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ahok

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top