Ahok Nilai Foke Terlalu Baik kepada PNS

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menilai Fauzi Bowo bersikap terlalu baik kepada pegawai negeri sipil (PNS). Berbeda dengan Fauzi Bowo, Ahok, sapaan akrabnya memilih tidak baik dengan melakukan perombakan pegawai demi mewujudkan visi-misi Jakarta Baru.
Duwi Setiya Ariyanti | 02 Januari 2015 18:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menilai Fauzi Bowo bersikap terlalu baik kepada pegawai negeri sipil (PNS). Berbeda dengan Fauzi Bowo, Ahok, sapaan akrabnya memilih tidak baik dengan melakukan perombakan pegawai demi mewujudkan visi-misi Jakarta Baru.

"Beliau terlalu baik hati, tidak berani melakukan perombakan seperti hari ini," ujarnya saat memberikan pengarahan di Silang Selatan Monas, Jumat (2/1/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menganggap kebaikan hati Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, justru membuat warga DKI tak memilihnya saat Pemilihan Kepala Daerah 2012. Hal ini karena, birokrasi kusut di DKI tak diurai dan mengakibatkan program-program tak tercapai karena tak bisa mendukung.

Meskipun dari sisi gaya kepemimpinannya, Foke, kata Ahok, kerap memarahi PNS. "Padahal beliau juga marah-marah terus. Kenapa dihukum warga DKI dan tidak terpilih? Karena PNS-nya pejabat eselon II, III dan IV tidak mendukung dia kerja dengan baik," katanya.

Oleh karena itu, daripada mengalami hal sama, Ahok memilih untuk dianggap tidak baik dengan melakukan perombakan agar semua program tercapai. "Saya memilih tidak baik hati, asal Jakarta baru terwujud, ini semua bisa brjalan dengan baik," ucapnya.

Dia pun berharap agar kinerja bisa dipacu dengan cara seperti ini. Mengingat, sisa masa jabatan tinggal tiga tahun. Dia pun berpesan agar pegawai yang harus distafkan tidak merasa tertolak.

Hal ini karena, masyarakat Ibu Kota meminta pelayanan terbaik dari PNS-nya. "Sekali lagi saya berharap, kita bisa mulai bekerja dengan sangat cepat dan keras di bawah 3 tahun. Orang Jakarta sudah sangat tidak sabar menanti untuk yang kita lakukan," tuturnya.

Seperti diketahui, DKI melantik 4.676 posisi dan masih mengosongkan 1.835 posisi. Dari struktur awalnya 8.011 posisi struktural menjadi 6.511 posisi.

Tag : ahok
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top