AHOK VS DPRD DKI: Lasro Marbun Jelaskan Dana Siluman

Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun rencananya hari ini, Senin (2/3/2015), dijadwalkan akan memberikan penjelasan terkait dugaan korupsi yang terjadi di instansi pada masa kepemimpinannya tersebut.
Puput Ady Sukarno | 02 Maret 2015 09:29 WIB
Lasro Marbun - Beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun rencananya hari ini, Senin (2/3/2015), memberi penjelasan dugaan korupsi yang terjadi di instansi itu pada masa kepemimpinannya.

Lasro yang menjabat Kepala Dinas Pendidikan periode Februari-Desember 2014 diduga turut terlibat dugaan penggelembungan anggaran pengadaan perangkat penyedia daya listrik (uninterruptible power supply/UPS), lantaran kasus tersebut terjadi saat dibawah kepemimpinannya.

Namun demikian, akhir pekan lalu ketika dirinya menemani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan dugaan korupsi yang terjadi di DKI Jakarta dari 2012-2015, pihknya mengaku siap menjelaskan semuanya pada Senin (3/3/2015).

"Nanti, nanti. Senin, di Balai Kota akan saya jelaskan semuanya," ujarnya di Gedung KPK, Jumat (27/2/2015).

Lasro tak khawatir dituding turut terlibat, karena kalau melihat periode kasus penggelembungan itu, terjadi di masa kepemimpinannya.

"Ya enggak apa-apa [dituding terlibat]. Yang penting saya sudah mengatakan akan menjelaskan semuanya Senin," tutur pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Inspektorat itu.

Seperti diketahui, terjadi kejanggalan angaran pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang ditemukan di sejumlah sekolah pada periode dibawah kepemimpinannya.

Menurut paparan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam beberapa kesempatan, misalnya, pada kasus di 2014, terdapat hampir sebanyak 55 sekolah yang kecolongan.

Ketika itu ada 55 kegiatan yang tereksekusi dengan nilai hampir Rp6 miliar untuk UPS (uninterruptible power supply) sekolah dan kepala sekolahnya semua kaget tidak pernah memesan UPS. Waktu itu, kata Ahok, Lasro Marbun selaku Kepala Dinas Pendidikan diketahui berhasil menyisir Rp4,3 triliun yang tidak dieksekusi.

Tag : ahok
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top