Pemprov Ngalah, Dana Perimbangan DKI Tetap Rp12,7 Triliun

Dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hari kedua di Gedung DPRD DKI, Selasa (1/9/2015), DPRD DKI kembali bahas dana perimbangan untuk Pemprov DKI.nn
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 September 2015  |  00:30 WIB
Pemprov Ngalah, Dana Perimbangan DKI Tetap Rp12,7 Triliun
Ilustrasi APBD. Dana perimbangan DKI juga sudah terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. - kopel/online.or.id

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hari kedua di Gedung DPRD DKI, Selasa (1/9/2015), DPRD DKI kembali bahas dana perimbangan untuk Pemprov DKI.

Dana perimbangan pada APBD 2015 hanya Rp12,76 triliun, namun peningkatan yang dipatok pada APBD 2016 dipandang terlalu tinggi oleh beberapa anggota dewan yakni senilai Rp15,50 triliun.

Wakil Ketua DPRD DKI yang adalah Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Mohamad Taufik menilai dana perimangan DKI disamakan saja sepert 2015, yakni senilai Rp12,76 triliun. "Dana perimbangannya disamakan saja, Rp12,76 triliun," jelas Taufik.

Wakil Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Michael Rolandi C. Brata mengatakan pihaknya merumuskan dana perimbangan yang cukup besar sesuai hasil koreksi dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Michael menilai dana perimbangan yang direncanakan tak menyalahi Permendagri No 52 tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2016. "Besaran anggara itu masih sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)," kata Michael.

Menurutnya, dana perimbangan DKI juga sudah terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. Setelah melalui proses diskusi selama 2 jam, Pemprov DKI tetap mengikuti saran DPRD DKI untuk menurunkan dana perimbangan di nominal yang sama dalam APBD 2015 yakni Rp12,7 triliun. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apbd dki

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top