18 Bus TransJakarta di Rawa Buaya Sengaja Dibakar?

18 Bus TransJakarta di Rawa Buaya Sengaja Dibakar?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 September 2015  |  20:45 WIB
18 Bus TransJakarta di Rawa Buaya Sengaja Dibakar?
Ilustrasi - Bus Transjakarta terbakar di Halte Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Jumat (3/7/2015). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kebakaran yang terjadi di pul bus Transjakarta milik PT Trans Batavia di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, diduga disengaja.

“Tidak mungkin bus rongsokan bisa terbakar kalau tidak disengaja,” kata Biin, warga Rawa Buaya yang juga bekerja sebagai sopir di PT Trans Batavia, Rabu (2/9/2015).

Menurut Biin, 18 bus yang terbakar itu teronggok sejak dua tahun lalu karena tidak bisa digunakan lagi. Bahkan hampir seluruh onderdil bus sudah dilepas. “Boleh dibilang bus tinggal bodi dan rangka saja,” kata pria 40 tahun itu. “Mesin, tangki, ban, semuanya sudah diangkat.”

Rosidi, tetangganya, sepakat dengan Biin. Apalagi di sekitar bangkai bus-bus itu tidak ada barang berbahaya yang bisa menjadi pemicu kebakaran.

Untuk memastikan dugaan tersebut, polisi telah menurunkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik untuk menyelidikinya. “Kami sedang menunggu hasil analisisnya,” kata juru bicara Kepolisian Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal.

Luas area pul bus itu sekitar dua hektare, yang terbagi atas kantor manajemen, bengkel, garasi bus layak operasi, dan ruang terbuka untuk bus yang sudah menjadi bangkai. Pada Selasa lalu, bus-bus bangkai itu terbakar.

Sempat muncul dugaan bahwa kebakaran ini berkaitan dengan dugaan kecurangan pengadaan bus Transjakarta yang sedang diselidiki kejaksaan. Namun dugaan ini dibantah Manajer Operasional PT Trans Batavia Daryono. “Bus yang terbakar merek Daewoo, dibeli pada 2006,” ucapnya.

Adapun kecurangan yang diselidiki kejaksaan itu untuk lelang pengadaan bus tahun 2013. “Jadi kebakaran ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus itu.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top