COMMUTER LINE TABRAKAN: Asisten Masinis Bersalah

PT Kereta Api Indonesia mengakui kecelakaan kereta listrik yakni Commuter Line KA 1154 dan KA 1156 relasi Stasiun Jakarta Kota-Bogor murni merupakan kecerobohan dari karyawannya sendiri. Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya kerusakan pada sistem persinyalan kereta listrik.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 24 September 2015  |  20:36 WIB
COMMUTER LINE TABRAKAN: Asisten Masinis Bersalah
Petugas mengevakuasi barang barang yang ada di gerbong ketika terjadi tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Juanda, Rabu (23/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— PT Kereta Api Indonesia mengakui kecelakaan KRL Commuter Line KA 1154 dan KA 1156 relasi Stasiun Jakarta Kota-Bogor murni merupakan kecerobohan dari karyawannya sendiri. Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya kerusakan pada sistem persinyalan kereta listrik.

Direktur Keselamatan PT Kereta Api Indonesia, Chandra Purnama, menerangkan, KA 1156 dikendarai oleh asisten masinis yang didampingi oleh masinis. Asisten masinis tidak melihat tanda peringatan berhati-hati saat berangkat dari Stasiun Sawah Besar menuju Stasiun Juanda.

"Dia (asisten masinis) mengaku sih kondisinya sehat, tapi dia bengong saja bilangnya," ujar Candra saat Konferensi Pers di kantor Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta, Kamis (24/9/2015).

Dia juga menerangkan, kondisi sang masinis masih dalam kondisi prima dan tidak mengantuk, serta belum memenuhi jam kerja yakni 8 jam. Asisten masinis tersebut masih harus melakukan pemenuhan 4.000 jam mutlak.

“Dia melanggar sinyal, harusnya berhenti setelah sinyal kuning akan ada sinyal merah, dia tidak melihat dan langsung saja. Jadi, ini murni human error tidak disebabkan peralatan apapun. Kalau tidak ada tempat latihan, kan relnya itu-itu juga,” tandasnya.

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Muhammad, Nurul Fadhil, mengatakan ini merupakan hasil lengkap tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi bersama timnya. Pihaknya akan lakukan beberapa pemeriksaan yang lebih detail lagi sesuai dengan peraturan yang ada.

“Berdasarkan tingkat kesalahan dan level jabatan sanksi terhadap karyawan kami, dimulai dari sanksi administratif sampai pemberhentian, kami belum bisa menyebutkan level mana, kami menunggu hasil lengkap dan ini akan cepat,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kecelakaan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top