Kunjungan Ahok ke Belanda Hasilkan Kesepakatan Bisnis 5 Miliar Dolar

Sempat tiga kali menolak undangan pemerintah daerah Rotterdam berkunjung ke Belanda, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berangkat ke Negeri Kincir Angin, Sabtu (19/9/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2015  |  14:43 WIB
Kunjungan Ahok ke Belanda Hasilkan Kesepakatan Bisnis 5 Miliar Dolar
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Rotterdam Belandaahok.org

Bisnis.com, JAKARTA-- Sempat tiga kali menolak undangan pemerintah daerah Rotterdam berkunjung ke Belanda, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berangkat ke Negeri Kincir Angin, Sabtu (19/9/2015).

Ahok berangkat dari Indonesia dan melakukan kunjungan ke Rotterdam selama empat hari, mulai 20-23 September 2015.

Di sela-sela kunjungannya, Ahok menyempatkan diri membuat “pertanggungjawaban” yang ditulisnya sendiri secara rinci, hingga ke detail terkecil seperti waktu dan apa yang dia lakukan.

Tulisan berjudul Laporan Kunjungan Kerja Basuki di Rotterdam Belanda itu diunggah situs ahok.org. Dalam laporan tersebut dijelaskan, Ahok sempat mengunjungi pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum Belanda, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, water plaza atau tempat penampungan air hujan milik kota.

Ahok juga sempat mengunjungi Balai Kota Rotterdam dan kampus Research Development and Manufacture (RDM).

Berbagai kunjungan, terutama ke Kementerian Pekerjaan Umum Belanda itu guna membahas sejumlah hal seperti topik pra-kelayakan, terutama soal National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau pembangunan terpadu pesisir ibu kota negara, terkait tanggul laut di sekitar Jakarta dan pulau O, P, Q.

Kesepakatan Bisnis

Dalam pertemuan tersebut, Ahok ditemani oleh perwakilan Badan Pemerintah Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan PT Pelindo III. Richard Joost Lino, Direktur PT Pelindo II turut menyusul dan menemani Basuki.

Selama kunjungan kerja empat hari itu, Ahok menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 5 miliar dolar AS tentang pelabuhan New Tanjung Priok, yang dia sebut tidak ada intervensi politik.

Ahok juga membuat nota kesepahaman tentang perpanjangan kerja sama dengan Pemerintah Kota Rotterdam, Belanda menyangkut penambahan tentang reklamasi 17 pulau terkait NCIDC.

Pada akhir kunjungan, Ahok menulis, dia merasa senang karena ada hasil positif dari PT Pelindo II, yakni, terkait pulau M, O, P, Q yang direklamasi di sekitar pelabuhan Tanjung Priok, akan menjadi tambahan dari pulau N (pelabuhan New Tanjung Priok). Semua itu akan digabung dan menjadi Port of Jakarta atau Pelabuhan Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ahok Gubernur DKI

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top