Polisi Sebut Kantor Gojek Bukan Ditembak

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya menduga insiden yang menimpa kantor Gojek Indonesia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan Minggu (1/11/2015) adalah pelemparan bukan penembakan senjata api.
Newswire | 02 November 2015 20:53 WIB
Calon pengemudi ojek berbasis aplikasi online "GOJEK" memadati Hall Senayan, Jakarta, Selasa (11/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya menduga insiden yang menimpa kantor Gojek Indonesia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan Minggu  (1/11/2015) adalah pelemparan bukan penembakan senjata api.

 "Kami memiliki bukti, kasus di Gojek bukan penembakan, tapi pelemparan obeng," kata Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Krishna Murti, Senin (2/11/2015).

Krishna mengatakan, dugaan pelemparan obeng berdasarkan analisa rekaman kamera tersembunyi yang memperlihatkan pelaku melemparkan mata obeng hingga memecahkan kaca kantor Gojek.

Krishna juga menegaskan, insiden tersebut bukan bermotif pencurian. Adapun benda yang dilempar sendiri menurutnya adalah obeng.

"Dilempar pakai mata obeng. Kasus biasa saja orang mecahin kaca," katanya.

Walaupun begitu, polisi masih belum berhasil ungkap motif dibalik pelemparan tersebut.

 "Belum tau niatnya apa, tetapi kami tegaskan bukan penembakan, tetapi dilempar." Kata Krishna.

 Petugas satuan pengamanan (satpam) di kantor tersebut, menurut Krishna datang terlambat saat peristiwa pelemparan terjadi. Terkait motif dari peristiwa itu, Krishna belum mengetahui niat pelaku melempar mata obeng.

Sebelumnya, pengendara sepeda motor misterius melemparkan sesuatu ke arah pintu masuk kantor Gojek Minggu (1/11/2015) siang.

Pelaku diduga mengendarai sepeda motor jenis otomatik mengenakan jaket berwarna oranye, sedangkan pelaku yang dibonceng menggunakan jaket merek Adidas bertuliskan Real Madrid.

Sumber : Tempo

Tag : Gojek
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top