TRANSPORTASI KOTA: Transjakarta Tambah 2.000 Bus Baru

PT Transportasi Jakarta mulai tahun ini optimistis mampu menambah armada bus Transjakarta yang akan beroperasi di Ibu Kota hingga mencapai 2.000 unit bus.
Puput Ady Sukarno | 02 Januari 2016 15:50 WIB
Bus Transjakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Transportasi Jakarta mulai tahun ini optimistis mampu menambah armada bus Transjakarta yang akan beroperasi di Ibu Kota hingga mencapai 2.000 unit bus.

Penambahan 2.000 unit bus baru itu terdiri dari bus gandeng berbahan bakar gas, bus maxi dan single bermesin diesel sebanyak 1.500 hingga 2.000 unit, baik melalui pembelian swakelola oleh PT Transjakarta maupun kontrak rp/km dengan para operator.

Direktur Utama Transportasi Jakarta Steve Kosasih mengatakan pengadaan ribuan bus demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Ibu Kota, serta mengejar target penumpang satu juta orang/hari, dari posisi saat ini sekitar 300.000/hari.

“Dengan cairnya penyertaan modal pemerintah (PMP) 2015 senilai Rp700 miliar dan public service obligation (PSO) 2015 Rp695 miliar, maka kami sudah bisa memproses pengadaan bus pada 2016,” tuturnya, Kamis (31/12/2015).

Pasalnya, pihaknya selama ini mengaku belum bisa melakukan pengadaan bus pada 2015 lantaran belum cairnya suntikan modal melalui mekanisme PMP tersebut.

“Untuk PMP 2016 juga sudah kami proses dan kami ikuti prosedur yang ada,” ujarnya. Selain telah cairnya PMP dan PSO tersebut, Transjakarta mengaku juga telah mengadakan pertemuan dengan Bank DKI untuk memproses pinjaman kredit pengadaan bus pada 2016.

“Dengan adanya cash collateral, di mana dana kami di-lock sebesar Rp300 miliar-Rp400 miliar, maka menurut Bank DKI kami bisa mendapatkan pinjaman untuk pengadaan bus baru sebesar Rp1 triliun--Rp1,2 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, dana sebesar Rp1,2 triliun tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli 800 unit bus single bermesin diesel. Pihaknya optimistis pada 2016 wajah transportasi umum di DKI Jakarta akan tumbuh secara signifikan dan diharapkan mendorong pencapaian untuk mengangkut satu juta penumpang/hari.

Country Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto mengatakan ITDP mendorong Transjakarta agar dalam tiga tahun ke depan dapat meningkatkan layanannya dan mampu meraih peringkat gold standard BRT.

Namun demikian, hal tersebut hanya akan dapat terealisasi, apabila dapat meningkatkan layanannya dan melakukan perbaikan-perbaikan. “Mereka harus menyediakan jalur di seluruh halte Transjakarta,” ujarnya.

Selain itu, memperbanyak rute layanan dan frekuensi bus di koridor dan di luar koridor se bagai pengumpan. Kemudian juga harus melakukan perbaikan akses pejalan kaki menuju halte Transjakarta.

“Melakukan penambahan akses untuk pengguna sepeda, seperti fasilitas parkir sepeda, bike sharing serta penyediaan jalur sepeda untuk mengakses [bus] Transjakarta,” ujarnya. ()

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu (1/1/2016)
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top