Ahok Tantang Pegawai Negeri Sipil Mengundurkan Diri

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menantang pegawai negeri sipil (PNS) mengajukan pengunduran diri dengan dalih pihaknya memberikan kesempatan kepada PNS lain agar dapat naik jabatan menjadi pejabat eselon.
Asteria Desi Kartika Sari | 02 Mei 2016 11:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menantang pegawai negeri sipil (PNS) mengajukan pengunduran diri. - Ilustrasi/PNS/jakarta.go.id
Bisnis.com, JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menantang pegawai negeri sipil (PNS) mengajukan pengunduran diri dengan dalih pihaknya memberikan kesempatan kepada PNS lain agar dapat naik jabatan menjadi pejabat eselon.
 
"PNS yang merasa sudah terlalu kaya, tidak mau mengabdikan diri lagi kepada DKI karena tidak bisa lagi main proyek kebih baik mengalah. PNS yang baik di sini masih banyak yang bagus, " kata Kepala Daerah Ahok di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016).
 
Pasalnya, menurut Ahok Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki jumlah pegawai yang lebih. Sayangnya hanya dapat mebjadi pejabat eselon terbatas. Apalagi menunggu hingga pensiun juga sangat lama.
 
"Apalagi UU ASN kita tambah dua tahun usia pensiunnya, jadi 60 tahun," kata Ahok.
 
Tercatat terdapat beberapa pejabat DKI Jakarta yang telah mebgundurkan diri yakni mantan Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Novrizal, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Haris Pindratno, mantan kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Tri Djoko Sri Margianto, dan baru-baru saja Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi.
 
Sebelumnya, Ahok mengatakan tsk takut akan kehabisan pegawai PNS. Pihaknya meyakini masih ada PNS yang baik dan rajin. Hal tersebut ditunjukan Ahok dengan memilih calon wakil gubernur dari kalangan PNS, yakni Heru Budi Hartono.
 
"Saya di sini bangun melawan stigma PNS pasti malas, bodoh, korup. Banyak PNS profesional, rajin. Kalau mau dapat gaji besar, harus kerja baik. Saya sampai mempertaruhkan karier politik. Makanya saya pilih calon pasangan dari PNS," jelasnya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ahok

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top