Stabilisasi Harga Puasa-Lebaran, DKI Impor 500 Ton Daging Sapi Beku

Pemprov DKI menugaskan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD), yaitu PD Dharma Jaya untuk mengajukan impor daging sapi beku dari Australia dan New Zealand guna menjaga stabilitas harga jelang Puasa dan Lebaran.
Feni Freycinetia Fitriani | 17 Mei 2016 21:37 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Bisnis.com, JAKARTA- Pemprov DKI menugaskan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD), yaitu PD Dharma Jaya untuk mengajukan impor daging sapi beku dari Australia dan New Zealand guna menjaga stabilitas harga jelang Puasa dan Lebaran. 
 
Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Kusumajati mengatakan permintaan impor daging beku tersebut sudah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemegang saham mayoritas. 
 
"Kami terpaksa mengimpor daging sapi beku sebanyak 500 ton karena stok dalam negeri tak cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk Puasa dan Lebaran," katanya kepada Bisnis, Selasa (17/5/2016). 
 
Dia menuturkan sebanyak 398 ton daging sapi beku tersebut akan difokuskan untuk mengguyur pasar basar. Sementara itu, 102 ton akan diberikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Meski begitu, dia mengatakan daging beku untuk MBR akan dibeli oleh Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta. 
 
Lebih lanjut, BUMD yang bergerak di sektor pangan tersebut tetap membeli sapi-sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Total sapi lokal yang ada di Dharma Jaya saat ini berjumlah 400 ekor. Dia memprediksi jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 1.000 ekor hingga Lebaran bulan depan. 
 
Marina optimis harga daging di pasar bisa turun jika semua sapi, baik lokal maupun impor, dikumpulkan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri. "Kalau semuanya masuk, daging sapi bisa dijual dengan harga Rp85.000-Rp89.000 per kilogram," katanya. 
 
Berdasarkan data Info Pangan Jakarta (IPJ), rerata harga daging sapi di pasar tradisional Ibu Kota dibanderol Rp120.975/kg (daging sapi paha belakang) dan Rp113.846/kg (daging sapi murni). 
 
Jika tak dijaga, harga tersebut bisa melonjak tinggi ketika memasuki puasa dan jelang Lebaran bulan depan. 
 
Lebih lanjut, Marina memaparkan saat ini pihaknya tengah memproses pengajuan izin impor daging beku dari Australia dan New Zealand melalui Kementerian Pertanian. Dia berharap Kementerian segera menyetujui izin impor daging beku tersebut. 
 
"Kami ingin cepat dilaksanakan. Kami juga butuh untuk memotong daging beku dan memasukkan ke dalam kemasan oleh perusahaan sebelum diterjunkan ke pasar basah," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
impor, impor daging

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top