Pemprov DKI Gelar Pasar Murah di Rusun

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menginginkan terdapat kegiatan pasar murah. Menurutnya pasar murah akan menjadi tepat sasaran apabila dilakukan di rumah susun (rusun).
Asteria Desi Kartika Sari | 02 Juni 2016 12:40 WIB
Warga antre untuk membeli sembako saat operasi pasar murah di Pasar Citra Niaga, Jombang, Jawa Timur, Selasa (16/6). Operasi Pasar Murah Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan itu kurang diminati masyarakat karena harga yang dipatok masih tergolong tinggi. Harga beras kualitas premium Rp. 8.500 per kilogram atau lebih mahal Rp. 1000 dibandingkan yang dijual di kios hanya Rp. 7.500 per kilogram. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menginginkan kegiatan pasar murah, dan akan menjadi tepat sasaran apabila dilakukan di rumah susun (rusun).

"Kami memang ingin pasar murah terus. Tapi, kan musti tahu sasarannya. Makanya kami putuskan di rusun," ujar Ahok di Balai Kota, Kamis (2/6/2016).

Apalagi saat ini menjelang hari Ramadan, Pemprov DKI akan menyelenggarakan pasar murah di beberapa rumah susun. Menurut Ahok, penghuni rusun rata-rata berpenghasilan rendah. Pelaksanaan pasar murah di rusun, menurutnya, lebih efektif ketimbang dilakukan di pasar antaran sulit dalam proses pengawasan.

"Kalo operasi pasar tidak tahu siapa yang beli. Barangnya  bisa langsung habis sekejap," tambah Ahok. 

Selain itu, mekanisme pembelian bahan pokok di pasar murah  tidak menggunakan kupon. Seluruh penghuni termasuk warga sekitar rusun bisa membeli bahan pokok di pasar murah tersebut.

Tag : Ramadan, Ahok Gubernur DKI
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top