PROYEK LRT: Jakpro Undang 9 BUMN Ikuti Beauty Contest

PT Jakarta Propertindo (Jakpor) segera melakukan lelang terbatas (beauty contest) kepada 9 badan usaha milik negara (bumn) konstruksi untuk dapat mengerjakan proyek Light Rail Transit (LRT) DKI Jakarta.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 19 Agustus 2016  |  19:42 WIB
PROYEK LRT: Jakpro Undang 9 BUMN Ikuti Beauty Contest
Logo Jakpro - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpor) segera melakukan lelang terbatas (beauty contest) kepada 9 badan usaha milik negara (bumn) konstruksi untuk dapat mengerjakan proyek Light Rail Transit (LRT) DKI Jakarta.

Pasalnya, proses penyusunan rancangan dasar (basic design) proyek LRT dari konsultan telah selesai dikerjakan sejak akhir Juli 2016, sehingga saat ini perlu segera dilakukan pemilihan kontraktor pelaksanaan proyek prestisius tersebut.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandi mengklaim hingga saat ini progres pengerjaan proyek LRT DKI Jakarta sesuai jadwal yang ditentukan dan pekan ini sedang dijadwalkan pemanggilan 9 bumn kontruksi untuk mengikuti lelang terbatas.

"Secara umum masih on schedule. Akhir Juli lalu penyusunan basic design sudah selesai dari konsultan. Minggu ini kita undang 9 kontraktor, bumn semua, untuk mengetahui kesiapannya mendukung projek ini," ujarnya, Jumat (21/8).

Sebanyak 9 bumn konstruksi tersebut antara lain, PT Hutama Karya, PT Istaka Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya, dan lainnya.

Pihaknya berharap pemeriksaan persyaratan administrasi terhadap 9 bumn konstruksi tersebut dapat diselesaikan maksimal September tahun ini, dan segera dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya pada Oktober 2016.

"Harapan kita proses mendapatkan main contractor ini sudah selesai pada September ini, lalu pada Oktober, sesuai target kita, bisa dimulai pembangunannya fisiknya," ujarnya.

Satya berharap pemenang lelang terbatas atau hasil dari beauty contest tersebut adalah memang bumn konstruksi yang memiliki tingkat konsentrasi dan keseriusan tinggi terhadap keberhasilan pembangunan proyek tersebut.

Pasalnya saat ini banyak bumn konstruksi yang memang sedang mendapatkan banyak tugas menjadi kontraktor sejumlah proyek.

"Kan bumn-bumn ini sedang banyak kerjaan, nah yang menjadi salah satu kekhawatiran kami kan konsentrasi mereka jangan sampai tidak fokus terhadap proyek kami. Karena kalau tidak maka akan menjadi lama penyelesaianya," ujarnya.

Achmad Hidayat, Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo menambahkan bahwa saat ini juga sedang dilakukan pekerjaan persiapan konstruksi yang dijadwalkan selesai pada Desember 2016.

"Persiapan konstruksi LRT terus berjalan, sekarang sedang melakukan penebangan pohon, penanaman kembali pohon di BKT, pengupasan jalur hijau, pemasangan pagar proyek, perataan tanah dan sebagainya. Semua masih on schedule," ujarnya.

Pihaknya mengatakan bahwa pembangunan LRT DKI Jakarta prioritas untuk koridor I sepanjang 5,9 kilometer antara Velodrome - Rawamangun hingga Depo LRT Kelapa Gading.

Koridor tersebut akan melintasi 6 stasiun LRT layang , antara lain Stasiun Velodrome, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Pulomas, Stasiun Pulomas, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Mall Kelapa Gading, dan Stasiun Depo LRT.

"Kami targetkan untuk pengoperasian LRT DKI Jakarta sepanjang 6 kilometer itu bisa dilakukan pada Agustus 2018 untuk menyambut Asian Games," ujarnya.

Sementara itu seiring telah disetujuinya izin trase pertama dari Kementerian Perhubungan, saat ini pihaknya juga tengah mengajukan perizinan trase 2 untuk koridor antara Velodrome - Dukuh Atas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LRT

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top