PT PLN Pasok Listrik Proyek MRT

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, dan General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Syamsul Huda, hari ini melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) di kantor PT MRT Jakarta.
Asteria Desi Kartika Sari | 21 Desember 2016 12:56 WIB
PLN - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, dan General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Syamsul Huda, hari ini, Rabu (21/12/2016), menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) di kantor PT MRT Jakarta.

”Perjanjian jual beli ini besar sekali artinya bagi kedua belah pihak, karena menjamin ketersediaan listrik untuk operasional MRT Jakarta secara keseluruhan tanpa terputus dan menjamin adanya pemeliharaan sistem yang baik dari PT PLN (Persero),” jelas Silvia Halim, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Sebagai informasi, suplai listrik untuk operasional sistem MRT yang dimaksud mencakup suplai listrik untuk jalur kereta, stasiun serta depo MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. 

Saat ini, PT MRT Jakarta sedang membangun gardu induk 150 kV di Taman PKK Sambas, Jakarta Selatan, dan sistem Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SK'IT) 150kV yang akan tersambung ke Gardu Induk PLN di Pondok Indah dan Gardu Induk PLN di CSW. Gardu Induk di Taman PKK Sambas dijadwalkan aktif pada bulan Desember 2017.

Kerja sama antara PT MRT Jakarta dan PT PLN (Persero) ini adalah bagian dari penyelesaian pekerjaan konstruksi MRT Jakarta koridor Selatan Utara Fase 1 (Lebak Bulus Bundaran HI) yang sejauh ini telah mencapai 62%. 

Secara umum, pekerjaan konstruksi yang terus berlangsung mencakup area depo MRT, pembuatan pondasi kolom jalur dan kolom stasiun layang, pembangunan struktur boks stasiun bawah tanah, pembuatan terowongan jalur bawah tanah, pembangunan Cooling Tower Ventilation Tower ( CTVT), dan pembangunan pintu masuk stasiun bawah tanah. 

Pembangunan MRT akan terus dioptimalkan untuk dioperasikan tahun 2019. Pembangunan itu mencakup stasiun layang Lebak Bulus Sisingamangaraja, akselerasi konstruksi sipil, persiapan operasi dan pemeliharaan menuju operator berstandar internasional didampingi konsorsium konsultan Jepang dan Indonesia, dan bekerja sama dengan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top