JAKARTA TEMPO DOELOE: Inilah Asal Usul Nama Megaria Jakarta Pusat

Megaria merupakan sebuah tempat di Jakarta Pusat yang pada masanya sangat popular. Terdapat bangunan kuno yang telah direnovasi dengan tetap mempertahankan desain awalnya.
Nurudin Abdullah | 18 Januari 2017 22:26 WIB
Bubaran bioskop Metropole yang kini dikenal dengan sebutan kawasan Megaria - Ilustrasi/courtesy of koleksitempodoeloe.blogspot.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Megaria merupakan sebuah tempat di Jakarta Pusat yang pada masanya sangat populer. Terdapat bangunan kuno yang telah direnovasi dengan tetap mempertahankan desain awalnya.

Lokasi bangunan itu di Jl Diponegaro, yang pada zaman Orde Baru di tepi sebelah selatan jalan raya tersebut terdapat markas partai politik yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia.

Megaria merupakan bangunan tua yang tidak lain adalah gedung bioskop yang dibangun pada 11 Agustus 1945, kemudian tempat pemutaran film itu beroperasi sejak 1951 dengan nama Metropol.

Bagaiman asal-usul itu dinamai Megaria. Untuk mengetahui jawabannya, Zaenuddin HM menjelaskan dalam bukunya “212  Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman, terbitan Ufuk Press pada Oktober 2012.

Dijelaskan bahwa gedung bioskop itu merupakan hasil rancangan Johannes M Han Groenewegen, arsitek Belanda kelahiran Den Haag pada 1888 yang tinggal di Jakarta hingga akhir hayatnya pada 1980.

Pada dekade 1960-1970-an, bioskop dengan kapasitas 1.500 penonton tersebut sempat menjadi salah satu yang terbaik dan bergengsi di Jakarta pada zamannya.

Namun, setelah ruang bioskop dipecah-pecah menjadi kecil ala sinepleks, kelompok bioskop 21, pamor bioskop Megaria malah merosot dan hanya jadi tujuan penonton film kelas dua.

Akhirnya benar-benar sepi penonton dan hilanglah masa kejayaannya. Meski sudah dipugar, bangunan asli bioskop itu masih tampak seperti desai aslinya. Sampai sekarang masyarakat Jakarta masih menyebutnya sebagai bangunan bernama Megaria, sekaligus menjadi nama kawasan tersebut.

Tag : Jakarta, diponegoro, belanda
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top