Sopir Angkot dan Pengemudi Ojek Online Bentrok di Terminal Laladon, Kab. Bogor

parat kepolisian mengatasi kericuhan yang melibatkan sopir angkutan kota (angkot) dan pengemudi ojek online.
Newswire | 22 Maret 2017 18:13 WIB
Ilustrasi: Polisi halau pengemudi ojek "online" yang bentrok dengan pengemudi angkutan umum di kawasan Sangiang, Tangerang, Banten, Rabu (8/3/2017). - Antara/Lucky R.

Kabar24.com, BOGOR - Bentrok antara sopir angkot dan pengumudi angkutan online belum seluruhnya bisa diredam di wilayah Bogor.

Rabu (23/3/2017) petang dikabarkan terjadi bentrok, kali ini berlangsung di Terminal Laladon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Aparat kepolisian mengatasi kericuhan yang melibatkan sopir angkutan kota (angkot) dan pengemudi ojek online tersebut.

Kericuhan diwarnai aksi pelemparan dan pengerusakan angkot yang beroperasi di Terminal Laladon.

Akibat bentrok, akses jalan dari arah Dramaga menuju Laladon ditutup untuk sementara.

Sebelumnya, perseteruan antara sopir angkutan umum dan angkutan online di Kabupaten Bogor sempat mendingin.

Hal itu diawali dengan pertemuan antara pengurus organisasi angkutan umum daerah (organda) dan angkutan online Kabupaten Bogor. Mereka sepakat meredam konflik hingga penerapan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 32 tahun 2016 selesai revisi dan diberlakukan pada 1 April 2017.

"Kami akan koordinasi dengan pimpinan jalur, bagaimana pun masyarakat perlu dilayani kita bisa bertahan berapa lama begini, perlu cari nafkah juga," kata Ketua Organda Kabupaten Bogor, Ajat Gunawan usai menghadiri pertemuan bersama di Polres Bogor, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, gesekan antara angkutan umum dan angkutan online berpangkal pada komunikasi dan koordinasi pengoperasian ojek dan taksi online yang belum berpayung hukum jelas.

Gunawan menyampaikan pihaknya akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dan mencoba meredam anggotanya.

Pihaknya akan berkoodinasi dengan pimpinan jalur yang terdapat aksi agar menghindari tindakan yang bisa menyebabkan bentrokan.

Koordinator lapangan ojek online Uber Bogor Nawawi mengatakan pihaknya akan menunggu pertemuan yang akan dilangsungkan pada Sabtu (1/4) setelah adanya keputusan mengenai Peraturan Menteri no 32 tahun 2016 itu.

"Kami akan menunggu pertemuan selanjutnya itu, karena ini baru ada Grab, Uber sama Organda," kata dia.

Menurut Nawawi, angkutan online akan tetap beroperasi seperti biasa hanya saja akan lebih menghormati titik-titik pangkalan ojek tradisional.

Di sisi lain, lanjut Nawawi, angkutan online tidak akan khawatir ada sweeping oleh sopir angkot.

Lokasi bentrok yang terjadi petang ini terletak cukup jauh dari lokasi bentrok sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojek online

Sumber : Antara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top