RAPBD 2018 : Djarot, Jangan Ada Penyisipan Proyek!

Pemprov DKI Jakarta menekankan agar sistem e-budgeting yang sudah diterapkan tidak disalahgunakan dengan penyisipan proyek-proyek yang kurang bermanfaat.
Nirmala Aninda | 22 Mei 2017 17:05 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menangis saat ikut bernyanyi dalam aksi simpatik warga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/5). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta menekankan agar sistem e-budgeting yang sudah diterapkan tidak disalahgunakan dengan penyisipan proyek-proyek yang kurang bermanfaat.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat berharap kerja sama yang dibangun antara Pemprov DKI dengan gubernur dan wakil gubernur terpilih yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bisa kooperatif.

"Digandengkan saja usulannya sama yang sudah masuk, yang sudah kita programkan apa. Teknisnya biar yang bicara Pak Sekda dan Ibu Tuty ya." ujar Djarot di Balai Kota, Senin (22/5/2017).

Mengenai surat yang dikirimkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Djarot mengatakan audiensi akan diagendakan dengan menyesuaikan jadwal masing-masing.

Saat masa transisi, kata dia, pihaknya akan terus mengawal sistem yang sedang berjalan termasuk terkait KUA-PPAS yang akan ditanda tanganinya.

"Sedangkan untuk RAPBD yang mengesahkan itu adalah Pak Anies dan Pak Sandi. Saya tidak mau apa yang sudah masuk di KUA-PPAS dipermasalahkan di kemudian hari," katanya.

Tag : apbd dki
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top