Jakarta Tourisindo Gandeng Bamus Gelar Rumah Souvenir Betawi

PT Jakarta Tourisindo sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang perhotelan dan jasa menggandeng organisasi Badan Musyawarah Betawi dalam program pelestarian budaya dengan meresmikan Rumah Souvenir Betawi yang berada di Hotel Grand Cempaka Business, Cempaka Putih, Jakarta.
Nirmala Aninda | 19 Juni 2017 20:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jakarta Tourisindo sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang perhotelan dan jasa menggandeng organisasi Badan Musyawarah Betawi dalam program pelestarian budaya dengan meresmikan Rumah Souvenir Betawi yang berada di Hotel Grand Cempaka Business, Cempaka Putih, Jakarta.

Memo of Understanding yang ditandatangani hari ini, Senin (19/6/2017) selain meresmikan Rumah Souvenir Betawi juga sebagai penanda upaya PT Jakarta Tourisindo untuk menjadikan Hotel Grand Cempaka Business sebagai hotel percontohan yang melestarikan budaya Betawi.

“Dalam kerjasama ini kami mencoba dimana hotel ini dapat menjadi percontohan pelestarian budaya Betawi. Saat ini kami juga sedang menyiapkan satu kajian dan nantinya memaparkan bagaimana PT Jakarta Tourisindo dapat berperan langsung dalam memajukan industri pariwisata DKI Jakarta,” ujar Emeraldo Parangkuan, Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo, di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Rumah Souvenir Betawi nantinya akan diisi dengan hasil kerajinan UMKM yang merepresentasi 8 ikon budaya Betawi seperti batik Betawi, kebaya kerancang, baju sadariah, ondel-ondel, kembang kelapa, bir pletok dan kerak telor.

"Kita memang menyediakan souvenir yang didapat dari industri kerajinan. Mereka juga bertanggung jawab ingin mengangkat ekonomi Betawi. Tapi kerja sama dengan Bamus akan lebih luas. Saat diadakan acara kebudayaan kita akan kerjasama dengan Bamus Betawi,” tuturnya.

Kegiatan ini dilakukan seiring dengan diterbitkannya himbauan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada pengelola kawasan wisata untuk menerapkan budaya Betawi pada fasilitas dan pelayanannya melalui Peraturan Daerah 229/2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi serta Peraturan Gubernur 11/2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

Emeraldo mengatakan, “Hotel adalah tempat wisatawan menginap jadi hotel adalah tempat yang pas untuk memperkenalkan dan memperlihatkan ciri khas budaya Betawi.” Menurut Emeraldo, penerapan budaya Betawi dengan ciri khas yang unik di hotel-hotel naungan PT Jakarta Tourisindo dapat menggiatkan usaha perhotelan yang persaingannya semakin sengit saat ini.

Sebagai hotel percontohan, Hotel Grand Cempaka Business sudah mempersiapkan berbagai ornamen khas Betawi di sudut Lobby hotel. Selain itu Emeraldo mengatakan saat ini ada 30 unit kamar hotel yang sudah diremajakan dan dihiasi dengan ornamen khas Betawi.

Pada kesempatan yang sama Ketua Bamus Betawi, Zainudin, menyampaikan, dirinya menyayangkan budaya Betawi semakin terkikis dan terlupakan dari kehidupan sehari-hari warga Jakarta. Namun dengan diterbitkannya peraturan mengenai pelestarian kebudayaan Betawi, Zainudin optimis budaya Betawi dapat kembali hidup di Jakarta.

“Ini [himbauan tentang penerapan budaya Betawi] baru 3 bulan, saya yakin setahun, lima tahun ke depan akan ada rasa Betawi di Jakarta,” ujarnya.

Tag : budaya betawi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top