UI & UGM Siap Garap Transportasi Jakarta

Dua perguruan tinggi ternama yakni Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada berkomitmen untuk membantu penyelenggaraan sistem transportasi di DKI Jakarta.
Miftahul Khoer | 20 Juni 2017 16:53 WIB
Suasana Bundaran HI yang lengang - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Dua perguruan tinggi ternama yakni Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada berkomitmen untuk membantu penyelenggaraan sistem transportasi di DKI Jakarta.

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anies mengatakan pihaknya menerjunkan ahli dari kampusnya untuk membantu pendampingan dan pengkajian penerapan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

"Kami akan turunkan tim untuk bekerja sama dengan Pemprov DKI bagaimana mendampingi serta mengkaji hingga matang penerapan ERP ini. Kerja sama ini dilakukan untuk kesekian kalinya selain di sektor transportasi," ujarnya kepada Bisnis di Balai Kota, Selasa (20/6).

Dia menjelaskan Universitas Indonesia telah menandatangani memorandum of understanding dengan Pemprov DKI meliputi transportasi perkotaan, peningkatan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan sistem teknologi informasi hingga reformasi birokrasi.

Khusus untuk kerja sama di sektor transportasi, Universitas Indonesia berkontribusi dari sisi pemikiran dan penerapan kajian ERP tersebut seiring pemberlakuan ERP tengah digodok oleh Pemprov DKI.

"Sistem ERP ini kan udah mau jalan bukan wacana lagi. Maka kami turunkan akademisi yang Ahli di bidang sistem informasi untuk mendampingi bagai nanti penerapannya. Tapi nanti decisionnya tetap Pemprov DKI," paparnya.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Alumni dan Urusan Internasional Universitas Gajah Mada Anna Marie Wattie mengatakan pihaknya telah menggandeng perusahaan rintisan UGM yakni PT Gamatechno Indonesia‎ untuk menyiapkan sistem teknologi untuk transportasi perkotaan yang dikembangkan DKI.

Menurutnya, sejak 2013 lalu Gamatechno yang di bawah naungan UGM telah merancang sistem tapping payment untuk PT Transportasi Jakarta di setiap halte bus Transjakarta.

"Saat ini kerja sama dengan DKI kami perpanjang lagi sekaligus menyempurnakan apa saja kekurangan-kekurangan yang belum diterapkan untuk transportasi DKI," katanya kepada Bisnis.

Menurutnya, kebutuhan transportasi publik di Jakarta akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Oleh karena itu, kerja sama dengan DKI akan menjadi prioritas perguruan tinggi sebagai upaya mewujudkan pengabdian terhadap masyarakat.

"Memang bukan kampus UGM langsung yang dikerja samakan dengan Pemprov DKI, tetapi kami punya lembaga sekaligus anak usaha yang memiliki ahli-ahli di bidang pengembangan sistem teknologi informasi," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
universitas indonesia, transportasi Jakarta

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top