Mau Tahu Kapan Hilal? Ini Dia 3 Aplikasi yang Bisa Memprediksinya

Bisnis.com, JAKARTA--Perkembangan teknologi yang semakin masif dewasa ini ternyata tidak hanya bisa mengubah gaya hidup seseorang, tetapi juga sekaligus dapat memrediksi gerak arah hilal untuk menentukan pertanda Ramadan sekaligus Hari Raya Idul Fitri.
Sholahuddin Al Ayyubi | 24 Juni 2017 13:04 WIB
Ilustrasi - Petugas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel bersama Petugas BMKG Sulsel menggunakan teleskop saat pemantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1438 H di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (26/5). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut mendapatkan hasil perhitungan dengan tinggi lihat hilal 07,56 derajat sehingga memastikan 1 Ramadan 1438 H jatuh pada 27 Mei 2017 . ANTARA FOTO - Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA--Perkembangan teknologi yang semakin masif dewasa ini ternyata tidak hanya bisa mengubah gaya hidup seseorang, tetapi juga sekaligus dapat memrediksi gerak arah hilal untuk menentukan pertanda Ramadan sekaligus Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan saat ini untuk menentukan 1 Syawal 1438 Hijriah adalah SkySafari 5 yang dibesut Simulation Curriculum Corp‎ untuk pengguna smartphone berbasis Android. Aplikasi ini mengandalkan keakurasian berbagai benda langit sesuai dengan waktu dan posisi penggunanya.

Selain itu, ada juga aplikasi Stellarium untuk ponsel Android. Melalui aplikasi besutan Noctua Software Limited tersebut, pengguna dapat mengamati berbagai benda baru di langit seperti bintang, rasi bintang bahkan planet dan bulan.

Kemudian ada aplikasi bernama Sky Map buatan Sky Map Devs‎. Aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau perkembangan berbagai benda yang bergerak di langit.

Namun, meskipun seluruh aplikasi tersebut dapat me‎mprediksi gerak hilal secara hisab, tetapi pada kenyataannya untuk memantau gerak hilal saat ini, Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya menggunakan ‎metode hisab tetapi juga ru'yah sehingga hilal harus benar-benar dilihat secara rill di ufuk.

Kata ru'yah sendiri berasal dari kata ra'a-yara. ra'a adalah kata kerja lampau atau fi'il madlu, lalu kata yara merupakan kata kerja yang menunjukkan waktu saat ini atau akan datang, dalam bahasa Arab biasa disebut fi'il mudhori.

Bila dalam bentuk kata kerja, ra'a-yara memiliki makna melihat, maka dalam bentuk masdar masing-masing mempunyai arti melihat dengan klasifikasi tertentu. Ru'yah berarti melihat dengan mata kepala, sedangkab ra'yun melihat dengan ilmu dan pikiran seperti dalam kitab Darul Ma'arif jilid III.

Dalam suatu hadis Rasulullah, juga disebutkan "Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Bila penghilatan kalian tertutup mendukung maka sempurnakanlah bilangan [bulan Sya'ban] menjadi 30 puluh hari."

Makna kata ru'yah (hilal) dalam hadis tersebut sudah menunjuk kepada makna spesifik dan tidak perlu dimaknai dengan makna lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hilal

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top