Perkembangan Konstruksi MRT Fase I sudah 80,15%

PT MRT Jakarta menyampaikan per 25 September perkembangan konstruksi MRT secara keseluruhan sudah mencapai 80,15% termasuk pemasangan track railway sepanjang 1.360 meter dari total keseluruhan panjang rel sekitar 36.000 meter.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 September 2017  |  17:47 WIB
Perkembangan Konstruksi MRT Fase I sudah 80,15%
Suasana pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (11/7). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA-- William P. Sabanda, Direktur Utama PT MRT Jakarta, menyampaikan per 25 September perkembangan konstruksi MRT secara keseluruhan sudah mencapai 80,15% termasuk pemasangan track railway sepanjang 1.360 meter dari total keseluruhan panjang rel sekitar 36.000 meter.

Pengerjaan proyek MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 90,22% sementara struktur layang sendiri sudah selesai hingga 70,16%.

Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini antara lain tujuh stasiun layang di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Kemudian enam stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

“Dengan perkembangan ini, dapat dipastikan MRT akan beroperasi sesuai jadwal,” ujarnya di Media Center Balai Kota, Selasa (26/9/2017).

Pada pengerjaan MRT Fase I ini, fasilitas transportasi massal MRT yang membentang sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI dan diperkirakan dapat melayani 173.400 setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan dua kereta cadangan.

Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antarkereta setiap lima menit sekali.

Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia.

Selain itu, rel kereta api MRT Jakarta akan menggunakan Direct Fixation Tract, Anti Vibration Sleeper, PC Sleeper, dan Ballasted Track.

“Rel kereta api fase 1 ini berstruktur Direct Fixation Tract dengan Anti Vibration Sleeper, untuk jalur layang, dan Direct Fixation Track dengan PC Sleeper untuk jalur bawah tanah, dan Ballasted Track untuk di depo,” tuturnya.

Disamping itu, pengerjaan Fase 2 Bundaran HI – Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada Oktober 2018.

Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni selatan – utara dan timur – barat (Cikarang, Bekasi – Balaraja, Banten).

Koridor timur – barat akan mulai dibangun pada tahun 2020 dan membentang sepanjang 87 km.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top