KOMODITAS PERKEBUNAN : Pola Kemitraan Bisa Pangkas Ketimpangan

JAKARTAPemerintah tertarik untuk memperluas skema kemitraan bagi komoditas perkebunan demi memangkas ketimpangan produktivitas antara petani dan korporasi.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 31 Oktober 2017  |  02:00 WIB
KOMODITAS PERKEBUNAN : Pola Kemitraan Bisa Pangkas Ketimpangan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan sambutan dalam peluncuran buku Menumbuhkembangkan Kemitraan Pertanian di Jakarta, Senin (30/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberi contoh pola kemitraan pada kelapa sawit yang dia nilai positif untuk mengurang kesenjangan produktivitas tersebut.

Dia menyebut produktivitas sawit rakyat sekitar 2 ton—3 ton per hektare (ha) per tahun karena tanaman yang sudah tua maupun kualitas bibit yang tidak baik.

Di sisi lain, produktivitas perkebunan swasta 5 ton –6 ton per ha per tahun. Akibatnya, ada ketimpangan kesejahteraan petani sawit dari perkebunan rakyat dan swasta.

"Oleh karena itu, kemitraan dipandang sebagai solusi atas perbedaan produktivitas yang menyebabkan ketimpangan ini. Praktek terbaik sudah dilakukan, Bappenas ingin membuat skala yang lebih besar dan diekspansi ke berbagai daerah dan komoditas," katanya ketika menutup diskusi buku berjudul Menumbuhkembangkan Kemitraan Pertanian: Lesson-Learned Model Kemitraan Petani Asian Agri, Senin (30/10).

Dia menambahkan, petani rakyat juga bergelut dengan berbagai persoalan diantaranya, skala usaha kecil, rendahnya pendidikan dan ketrampilan, sulit mengadopsi teknologi, dan usaha tani masih bersifat tradisional serta belum mengarah ke pengelolaan bisnis. Hal ini, menurut Bambang, sebenarnya dapat dikurangi dengan konsep kemitraan tadi.

Dalam acara yang sama, Direktur Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan sepakat kesejahteraan petani sangat ditentukan oleh tingginya produktivitas. Di perkebunan sawit, kemitraan dapat meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat.

Selain menguntungkan petani berupa jaminan pasar, kemitraan juga memberikan kepastian pasokan bahan baku bagi industri. Selain itu, perusahaan juga menghemat biaya pengelolaan kebun karena lebih efisien.

"Ada beberapa biaya yang semestinya dikeluarkan perusahaan kalau mereka mengelola sendiri, bisa hilang dengan kemitraan tersebut," imbuhnya.

Dia meyakini kemitraan akan menjadi model pembangunan ekonomi di masa mendatang. Kemitraan nantinya tidak hanya terbatas pada perkebunan sawit, tetapi juga kelapa, kakao, kopi, dan teh. (Azizah Nur Alfi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kakao, kelapa sawit

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top