Heboh Anggaran Pengharum Ruangan DPRD DKI Rp350 Juta

Proses pembahasan Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) DKI 2018 tengah menjadi sorotan masyarakat, tak terkecuali para warganet alias netizen.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 24 November 2017  |  15:25 WIB
Heboh Anggaran Pengharum Ruangan DPRD DKI Rp350 Juta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri) disela-sela mengikuti rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kedua kanan) di DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta, Selasa (7/11). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Proses pembahasan Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) DKI 2018 tengah menjadi sorotan masyarakat, tak terkecuali para warganet alias netizen.

Salah satu mata anggaran yang menjadi bahan perbincangan di media sosial Twitter, yaitu sewa pengharum ruangan untuk keperluan gedung anggota dewan di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pasalnya, nilai anggaran yang diajukan untuk keperluan tersebut sangat fantastis yaitu mencapai Rp350 juta.

Berdasarkan situs www. apbd.jakarta.go.id, mata kegiatan ada di Sekretariat DPRD. Ada dua nomenklatur. Pertama, Sewa Pengharum Ruangan Otomatis Gedung DPRD dengan kode 3.06.43.055 dengan rincian anggaran Rp149,5 juta.

Rinciannya yakni pengharum ruangan berupa refill dan berjumlah 110 buah. Jumlah itu dikalikan untuk 12 bulan dengan harga per satuannya yakni Rp 103 ribu. Total PPN yakni Rp 13,5 juta.

Kedua, Sewa Pengharum Ruangan Otomatis Gedung DPRD Blok H dengan kode 3.06.43.056 dengan nilai anggaran Rp197,1 juta.

Rinciannya yakni pengharum berjumlah 145 buah untuk 12 bulan. Harga per satu pengharum ruangan yakni Rp 103.000 dengan PPN Rp 17,9 juta. Jika ditotal anggaran yang ditulis dengan nomenklatur 'sewa pengharum ruangan untuk Gedung DPRD DKI dan Gedung DPRD DKI Blok H' ini yakni Rp 346,6 juta.

Fantastisnya nilai yang diajukan sontak membuat perbincangan di kalangan Netizen di Twitter. Netizen dengan akun Twitter @pseudosopi menulis twit:

"345 Miliar untuk sekertariat DPRD, 28 Miliar untuk TGUP, 350 juta untuk pengharum ruangan, 620 juta untuk air mancur. Tapi subsidi daging sapi diirit habis-habisan. Inikah keberpihakan?"

Akun bernama Sigit Sulistyo pun ikut berkomentar soal besarnya anggaran untuk kantor anggota dewan.

"Gak usah kaget ada anggaran 350 juta buat pengharum ruangan gedung anggota dewan, kan emang itu gedung udah dipenuhi bau busuk kemunafikan dan keserakahan. Makanya perlu dikasih pengharum ruangan sampe 350juta. Hehehe.." tulis akun @sigit_exit.

Salah satu netizen bernama Cabrini Asteriska mempertanyakan kemana larinya dana pajak yang dia bayar setiap bulan.

"Udah sinting sih.. Anggaran Refill Pengharum Ruangan DPRD DKI doang Hampir Rp 350 Juta. Yang kemarin milih orang itu, tolong bayarin pajak gw dong taun depan, anggep aja bertanggung jawab atas pilihanmu. Thanks," kata @asteriska_

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies-sandi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top