Rencana Sandiaga Uno Soal Ojek Online di Stasiun Tanah Abang

Rencana Sandiaga Uno Soal Ojek Online di Stasiun Tanah Abang
Newswire | 24 November 2017 15:33 WIB
Sandiaga Uno - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Entah apa pertimbangan strategis Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Selepas bersepeda tadi pagi melewati Tanah Abang menuju kantornya di Jalan Merdeka Selatan, dia mengumumkan rencana baru mengenai ojek online.

"Saya lihat tadi ojek online terlalu sempit tempatnya, jadi nanti kami pikirkan perluas (pangkalannya)," katanya di Balai Kota DKI, Jumat, 24 November 2017.

Sandiaga Uno tak menjelaskan detail bagaimana dan di mana dia akan memperluas pangkalan ojek online. Dia lalu menuturkan, tadi menyempatkan diri mengobrol dengan pengemudi mikrolet dan ojek pangkalan untuk mensosialisasi penataan di Tanah Abang. Menurut dia, mereka setuju dengan rencana Pemerintah DKI Jakarta ingin membuat trotoar manusiawi untuk pejalan kaki.

Sandi menceritakan, dia bersama Komite Indonesia tadi pagi bersepeda dari rumah dinas Wakil Gubernur DKI di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, menuju Balai Kota DKI tadi pagi. Dari rumah dinasnya, Sandiaga melalui Casablanca, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, lalu putar balik di Jati Baru, Jalan Budi kemuliaan, dan masuk ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Di kawasan Tanah Abang, menurut Sandiaga Uno, rombongan lantas berhenti untuk berjalan-jalan sejenak sekitar pukul 06.30 WIB. Ia menemukan bahwa suasana di sana terlihat bersih, khususnya trotoar. Pejalan kaki juga sudah terarah ketika keluar dari Stasiun Tanah Abang.

"Walaupun kata-katanya semrawut, tapi tadi terlihat bersih," kata Sandiaga.

Temuan Tempo di lapangan berbeda dengan pengamatan Sandiaga Uno. Memang trotoar bersih dari pedagang kaki lima (PKL) liar dan ojek pangkalan, namun ojek jadi parkir di pinggir jalan. Mereka memadati badan jalan di sepanjang Stasiun Tanah Abang.

Kini, badan jalan hanya tersisa sepertiga gara-gara puluhan sepeda motor tukang ojek tersebut. "Enggak boleh parkir di trotoar, jadi parkir di pinggir jalan," kata salah satu tukang ojek yang ditemui Dewi Nurita dari Tempo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sehari sebelum kedatangan Sandiaga ke Tanah Abang, pada Kamis, 23 November 2017.

Akibat perbuatan para tukang ojek ditambah angkutan kota yang lewat semakin membuat macet hingga klakson sering menjerit memekakkan telinga. Belum lagi jika ada kendaraan yang melaju melawan arah, pejalan kaki sama sekali tidak mendapat kenyamanan.

PKL hanya diperbolehkan berjualan di sekitar Stasiun Tanah Abang pada sore hari. Namun, beberapa PKL dengan gerobak berjualan di sudut trotoar pada pagi hari dan tak diusir oleh petugas Satpol PP yang berjaga. "Kalau pakai gerobak dan tidak mengganggu jalan, mereka tidak diusir," ucap tukang ojek yang menolak dikutip namanya tadi.

Tempo menyaksikan, tukang ojek masuk sampai ke pagar pintu keluar stasiun. Ketika penumpang KRL keluar dari stasiun, mereka sudah berjejer menawarkan jasa.

"Saya merasa terganggu dengan kehadiran mereka," kata penumpang KRL Renny, 25 tahun.

Renny menuturkan, para tukang ojek kadang mengumpat ketika ada orang yang menolak menakai jasa mereka. "Seiring saya merasa dimarahi."

Renny berharap pemerintah segera mencari solusi demi kenyamanan pejalan kali. Dimarahi tukang ojek pangkalan di Tanah Abang bukan hanya pengalaman Renny. Bahkan, Sandiaga Uno pernah dibentak oleh tukang ojek, tapi bukan ojek online, gara-gara mengingatkan agar tak melawan arah beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno

Sumber : Tempo
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top