Dongkrak Investasi dari Swedia, Pemprov DKI Janjikan Kemudahan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikan kemudahan berinvestasi bagi pengusaha Swedia untuk menanamkan modal dan mengembangkan bisnisnya di Ibu Kota. Hal itu dimaksudkan untuk mendongkrak serapan investasi dari Negeri Skandinavia tersebut yang ditargetkan bisa mencapai US$200 juta dalam tiga tahun ke depan.
Nirmala Aninda | 28 November 2017 13:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Sandiaga Uno seusai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/11). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikan kemudahan berinvestasi bagi pengusaha Swedia untuk menanamkan modal dan mengembangkan bisnisnya di Ibu Kota. Hal itu dimaksudkan untuk mendongkrak serapan investasi dari Negeri Skandinavia tersebut yang ditargetkan bisa mencapai US$200 juta dalam tiga tahun ke depan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan kerja sama bisnis antara Swedia dan Jakarta sudah terjalin sejak 1975, terlebih lagi dengan adanya kerja sama yang intensif melalui pengadaan unit bus Transjakarta, Scania, belum lama ini.

Kali ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerima investasi dari Swedia terkait pembangunan ekonomi Ibu kota. Wagub meyakinkan, meskipun peringkat toleransi investasi di Jakarta sempat mengalami penurunan, pihaknya optimistis dapat memberikan jaminan kemudahan investasi.

"Siapa saja yang berinvestasi di Jakarta selama ini menunjukkan kinerja yang positif," ujar Sandi di Balai Kota, Selasa (28/11/2017).

Sandiaga mengklaim dapat dipastikan hampir lebih dari 80% investasi asing yang masuk di Jakarta memberikan keuntungan jangka panjang untuk para investor. "Apalagi yang bermitra dengan Pemprov. Jadi kami yakin dengan kemudahan perizinan dan target kita [Indonesia] untuk masuk 40 besar ease of doing business (EoDB) dunia," tuturnya.

Perusahaan-perusahaan Swedia sudah hadir di Jakarta sejak 1952 dan per 2015 setidaknya jumlah investasi yang ditanamkan di DKI sudah mencapai lebih dari US$75 juta. "Jumlah ini diharapkan dapat meningkat terus hingga memenuhi target dengan total US$200 juta dalam tiga sampai lima tahun ke depan," katanya.

Delegasi bisnis dari Kedutaan Besar Swedia yang datang dengan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog menargetkan 2.000 - 2.500 lapangan kerja baru yang dapat dihadirkan di Jakarta.

Investasi dari Swedia tersebut nantinya akan bergerak di beberapa bidang penting di Jakarta antara lain transportasi publik, sistem teknologi dan digital untuk lalu lintas kota dan penerapan cloud computing.

"Jadi bukan lapangan akerja yang berorientasi upah murah, tapi berorientasi pada. Jenis pekerjaannya sendiri kekinian sekali yaitu mengikuti trend perekonomian baru atau the new economy," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top