Nilai Ekonomis MRT Rp17.000 - Rp20.000 Belum Final

Pemprov DKI belum mengumumkan besaran tarif sekaligus subsidi yang akan ditetapkan untuk moda transportasi mass rapid transit (MRT) Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani | 28 November 2017 18:33 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), di Jakarta, Senin (20/3). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemprov DKI belum mengumumkan besaran tarif sekaligus subsidi yang akan ditetapkan untuk moda transportasi mass rapid transit (MRT) Jakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan besaran tarif ditentukan dari survey penumpang atau readership survey yang saat ini tengah dilaksanakan perusahaan. Acuan yang digunakan yakni hasil readership lima tahun lalu dimana penumpang MRT Jakarta diperkirakan mencapai 173.400 orang/hari.

"Jika mengacu pada hasil survey lima tahun lalu, maka nilai ekonomis yang didapat Rp17.000-Rp20.000 per penumpang. Ini bukan tarif final karena pemerintah pasti akan memberikan subsidi melalui public service obligation [PSO]," ujarnya dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger di Jakarta, Selasa (28/11).

Dia menambahkan satu rangkaian kereta MRT Jakarta terdiri dari enam rolling stocks. Setiap rangkaian mampu menampung sebanyak 300 orang duduk dan 1.900 orang berdiri, dengan catatan kondisi kereta sedang padat atau di jam sibuk.

PROYEK MRT JAKARTA
Penentuan Tarif Tunggu Hasil Survey

SPESIFIKASI ROLLING STOCK MRT JAKARTA

Kontrak

CP-108 (Sumitomo Corporation)

Nilai Kontrak

Rp145,4 miliar

Material Rolling Stock

Stainless Steel

Dimensi

2,950 mm x 3,655 mm

Satu set

6 Rangkaian kereta

Kapasitas

1.850 – 1.900 orang per rangkaian kreta

Sumber: PT MRT Jakarta, diolah

PT MRT Jakarta memesan 16 rangkaian kereta ada 96 gerbong. Pembelian tersebut tercantum dalam ontrak CP-108 untuk paket pengadaan rolling stock dengan kontraktor Sumitomo Corporation. Nilai kontrak untuk paket pekerjaan Rolling Stock CP-108 tersebut adalah sebesar Rp145,4 miliar.

"Kami menghitung total penumpang yang diangkut jika semua rangkaian kereta beroperasi sebanyak 173.400 orang per hari," jelasnya.

William menargetkan readership survey terbaru dapat selesai pada akhir tahun ini. Pasalnya, hasil tersebut akan menjadi acuan untuk penghitungan tarif, termasuk total subsidi yang akan digelontorkan oleh Pemprov DKI.

Menurutnya, pembahasan terkait subsidi tarif MRT Jakarta tak bisa ditentukan sepihak oleh badan usaha milik daerah dan eksekutif. Pasalnya, penentuan besaran PSO harus disetujui oleh DPRD DKI melalui badan anggaran (Banggar).

Selain dana subsidi, estimasi tarif yang akan dibebankan kepada penumpang dipengaruhi oleh besarnya biaya operasional dan pemeliharaan. Direktur Operasional MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan besaran biaya tersebut bisa berubah lantaran saat ini ada aset yang dimiliki oleh MRT dan Pemprov DKI.

"Infrastruktur seperti rel dan bangunan itu asetnya dimiliki oleh Pemprov DKI. Makanya, biaya depresiasi aset juga harus diperhitungkan. Sementara itu, PT MRT Jakarta sudah ditugaskan mengelola TOD [transit oriented development]," katanya.

Dia menilai besaran nilai PSO yang akan diberikan pemerintah sangat menentukan tarif MRT Jakarta. Semakin besar subsidi, maka semakin murah pula biaya tiket yang harus dikeluarkan oleh penumpang.

Sebagai perbandingkan, Pemprov DKI menyuntikkan dana PSO sebesar Rp2,8 triliun untuk PT Transjakarta sepanjang 2017. Dana tersebut digunakan untuk subsidi tiket Transjakarta menjadi Rp3500 per penumpang sekali jalan. Nilai PSO Transjakarta meningkat menjadi Rp3,3 triliun yang dianggarkan di rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2018.

"Nilai PSO untuk MRT Jakarta belum ditentukan. Perlu diskusi mendalam antara kami, Pemprov DKI, Banggar, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta," ucapnya.

UJI COBA ROLLING STOCK

William mengatakan rolling stock MRT Jakarta sudah selesai dibuat. Perusahaan yang bertanggung jawab membuat seluruh badan gerbong termasuk interior rolling stock adalah Nippon Sharyo, LTD. Nippon Sharyo merupakan perusahaan asal Negeri Sakura yang bergerak di bidang teknologi perkeretaapian serta infrastruktur lainnya. Rolling stock tersebut akan diperiksa ulang sebelum dikirim ke Jakarta mulai awal tahun depan.

"Gerbong kereta sudah siap. Rencananya rolling stock pesanan MRT Jakarta akan diuji coba di track di Jepang pada 18 Desember mendatang," katanya.

Dia menuturkan spesifikasi kereta yang buat oleh Nippon Sharyo sudah sesuai dengan pesanan MRT Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta. Tampilan muka rolling stock tersebut tampil modern dengan warna biru yang menyelimuti sebagian besar permukaan kereta.

Setelah selesai diuji coba di Jepang, rencananya gerbong-gerbong tersebut akan mulai dikirimkan ke Jakarta. William mengatakan pengiriman dilakukan secara bertahap menggunakan kargo laut. Nantinya, gerbong-gerbong tersebut akan disimpan di Depo MRT di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Pengiriman kereta dimulai Maret 2018. Pihak Nippon Sharyo akan mengirimkan per set, yaitu enam rolling stock. Kereta yang datang akan dirakit satu per satu di Depo Lebak Bulus. Setelah selesai dirakit, gerbong-gerbong itu akan disimpan terlebih dahulu. Uji coba di track Lebak Bulus-Bunderan HI akan dilaksanakan pada awal 2019 sebelum MRT Jakarta beroperasi secara resmi," imbuhnya.

Sementara itu, progres konstruksi MRT Jakarta hingga 28 November 2017 secara keseluruhan mencapai 86,12%. Progres untuk jalur layang atau elevated mencapai 78,37%. Adapun, pembangunan jalur bawah tanah atau underground menyentuh 93,95%.

"Kami targetkan semua pekerjaan fisik dan finalisasi, baik elevated maupun underground, mencapai 100% sebelum MRT Jakarta resmi beroperasi pada awal 2019," kata William.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top