Reuni Alumni 212, Din Syamsuddin: Saya Tidak Ikut

Reuni Alumni 212, Din Syamsuddin: Saya Tidak Ikut
Newswire | 30 November 2017 11:07 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, seusai menyampaikan keterangan kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10). Presiden Joko Widodo mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban. - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin tidak ikut mendukung unjuk rasa 2 Desember atau Aksi 212. Namun menurut dia sebagai warga negara para pendukung gerakan itu berhak menggelar aksi untuk mengekspresikan aspirasi mereka.

"Saya tidak ikut karena saya punya pendekatan sendiri dalam amar makruf nahi munkar," kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 30 November 2017.

Menurut Din, yang diperlukan untuk membangun Islam saat ini adalah pengembangan infrastruktur kebudayaan Islam serta aksi-aksi nyata untuk meningkatkan mutu kehidupan umat Islam dalam berbagai bidang. "Perlu langkah strategis yang lebih menekankan praktik ke-Islaman daripada menampilkan mob populisme keagamaan."

Kendati demikian, kata dia, tidak ada larangan untuk menggelar aksi-aksi massa. Setiap orang atau kelompok berhak serta kebebasan guna mengekpresikan pendapat dalam bentuk dan dengan cara apa pun.

Kelompok pendukung Aksi 212, kata Din, juga mempunyai hak mengaktualisasikan diri. “Gerakan mereka sah di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fpi

Sumber : Tempo
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top