Pemprov DKI Jajaki Kemitraan UKM Properti dengan Pengusaha Besar

Sebanyak 225 peserta yang terdiri dari BUMD (10 orang), para pelaku usaha kecil dan menengah (100 orang), pengusaha besar PMA (50 orang), PMDN (50 orang) dan sisanya terdiri dari para undangan dari bidang usaha handycraft, kuliner, property, travel, tekstil, otomotif, ritel, asosiasi dan perbankan menajajaki membangun kemitraan UKM dengan pengusaha besar.
Anitana Widya Puspa | 09 Desember 2017 20:37 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi - Dok.Beritajakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 225 peserta yang terdiri dari BUMD (10 orang), para pelaku usaha kecil dan menengah (100 orang), pengusaha besar PMA (50 orang), PMDN (50 orang) dan sisanya terdiri dari para undangan dari bidang usaha handycraft, kuliner, property, travel, tekstil, otomotif, ritel, asosiasi dan perbankan menajajaki membangun kemitraan UKM dengan pengusaha besar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi mengatakan kegiatan matchmaking ini merupakan salah satu dari tujuh arah kebijakan penanaman modal sesuai dengan lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Rencana Umum Penanaman Modal yaitu pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) dengan strategi kemitraan berupa hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih pelaku usaha.

“Kegiatan matchmaking ini merupakan sarana untuk membangun kemitraan antar pelaku usaha besar dengan UKM. Sekaligus mencari solusi atas hambatan yang dihadapi pengusaha dalam melaksanakan aktivitas usahanya, dan memberikan motivasi kepada pelaku usaha agar tetap eksis di tengah persaingan usaha yang semakin ketat,” ujanya dikutip Sabtu (9/12/2017).

Selain itu, Edy menyampaikan kegiatan ini untuk mendukung program Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan 200 ribu wirausaha baru dalam lima tahun mendatang. DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta akan menciptakan iklim usaha yang kondusif di Jakarta dengan berkontribusi menciptakan 200.000 wirausaha di Ibukota sesuai program gubernur.

Pihaknya juga mendorong terciptanya sinkronisasi arah kebijakan dan strategi dalam pengembangan penanaman modal antara pemerintah, perbankan dan dunia usaha, serta meningkatkan kualitas produk lokal dalam menghadapi daya saing usaha di era masyarakat ekonomi Asean.

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan apresiasi kepada Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta yang telah memfasilitasi diskusi antara UKM, pelaku bisnis besar, dan pemerintah. DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta sebagai ujung tombak pembangunan usaha diharapkan mampu memberikan pelayanan prima serta menangani keluhan dari pelaku usaha dengan baik.

Sandiaga juga mengimbau kepada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk melibatkan pelaku UKM baik dalam proses produksi maupun proses distribusi. Hal ini dikatakan Sandi sebagai cara efektif untuk menggerakan ekonomi akar rumput dan mengentaskan ketimpangan ekonomi di Ibu Kota.

“Saya titip ke perusahaan PMA dan PMDN untuk memberikan kesempatan bagi UKM untuk ikut bekerja sama baik dalam proses produksi atau mungkin jadi distributornya. Perusahaan Anda boleh bertambah besar, tapi jangan lupa untuk menggerek yang kecil supaya ikut bertumbuh sehingga akhirnya masalah ketimpangan bisa kita selesaikan,” kata Sandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov dki

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top