Djakarta Warehouse Project 2017: Dihujat Ormas, Diizinkan Pemprov DKI

Beberapa organisasi massa menghujat dan meminta Pemprov DKI membatalkan acara Djakarta Warehouse Project 2017 atau DWP 2017.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 15 Desember 2017  |  14:57 WIB
Djakarta Warehouse Project 2017: Dihujat Ormas, Diizinkan Pemprov DKI
Ilustrasi - djakartawarehouse.com

Bisnis.com, JAKARTA--Beberapa organisasi massa menghujat dan meminta Pemprov DKI membatalkan acara Djakarta Warehouse Project 2017 atau DWP 2017.

Gabungan ormas yang menolak acara tersebut antara lain LBH Bang Japar, Forkabi Kemayoran, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), PWB, Formasi, IKBMK, Lakri, Garda FBR, Gemais Betawi, dan Majlis Ta'lim Kemayoran.

Perwakilan ormas Islam itu menilai konser bergenre electronic dance music (EDM) tidak sesuai dengan norma agama dan budaya ketimuran. Mereka juga menilai acara DWP 2017 dapat merusak akhlak generasi muda Indonesia.

Pasalnya, selain mengusung musik yang populer di negara-negara barat tersebut, gabungan ormas menilai acara DWP menimbulkan kemudharatan karena banyaknya penjualan minuman keras atau minuman beralkohol.

Meski banyak penolakan, panitia DWP 2017 tetap menyelenggarakan acara tersebut pada hari ini, Jumat (15/12) dan Sabtu besok (16/12).

Apalagi, Pemprov DKI melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) DKI Jakarta sudah memberikan surat izin pelaksanaan acara.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dia mengatakan acara DWP 2017 tetap boleh dilaksanakan, namun dengan beberapa catatan.

Sandi berjanji akan memperketat jalannya acara, termasuk yang berkaitan dengan minuman keras atau minuman beralkohol. Bukan itu saja, dia juga akan memastikan penyelenggaraan pesta musik elektronik terbesar se-Jakarta itu tidak menganggu ibadah, khususnya umat Muslim.

"Semua yang menjadi masukan berkaitan dengan miras dan minol itu harus sesuai ketentuan. Kami pastikan penegakan aturan sesuai ketentuan harus benar-benar tereksekusi di lapangan," katanya, Jumat (15/12/2017).

Dia menilai acara DWP 2017 ternyata cukup dikenal berbagai kalangan. Berdasarkan laporan penyelenggara, lebih dari 35% dari total pengunjung yang datang ke sana merupakan warga negara asing (WNA), baik yang tinggal di Indonesia maupun turis mancanegara.

"Total pengunjung DWP sekitar 30-40 ribu orang. 35% itu datang dari luar negeri. Berarti ini kan event internasional," ungkapnya.

Karena itu, dia harus memastikan penyelenggara event harus benar-benar melaksanakan aturan dan tidak melanggar hukum. Ketertiban dan keamanan akan dijaga penuh oleh aparat yang berjaga di sana.

Acara "ajeb-ajeb" seperti DWP baru mulai malam hari dan berakhir pada pagi hari. Sandi ingin panitia memperhatikan ibadah, karena azan subuh sekarang berlangsung pukul 04.00 WIB.

"Penyelenggara harus memberikan penghormatan untuk azan dan memastikan tidak menganggu warga yang melaksanakan salat," jelas Sandi.

Seperti diketahui, DWP 2017 akan digelar di JI Expo Kemayoran selama 2 hari, yakni Jumat (15/12/2017) dan Sabtu (16/12/2017). Beberapa pengisi acara DWP 2017 antara lainDJ Tiesto, DJ Marshmello, DJ Flume, DJ R3hab, DJ Hardwell, Steve Aoki, Keith Ape, dan rapper muda asal Jakarta Rich Chigga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top