Penerimaan Pajak DKI Diperkirakan Surplus

Pendapatan asli daerah DKI Jakarta dari penerimaan pajak telah mencapai angka Rp35,080 triliun atau 99,21% dari target penerimaan Rp 35,359 triliun di tahun anggaran 2017.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Desember 2017  |  20:36 WIB
Penerimaan Pajak DKI Diperkirakan Surplus
Petugas pajak melayani warga yang mengikuti program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Kantor Direktorat Jendral Pajak, Jakarta, Jum'at (31/3). - Antara/Atika Fauziyyah

Bisnis.com, JAKARTA -- Pendapatan asli daerah DKI Jakarta dari penerimaan pajak telah mencapai angka Rp35,080 triliun atau 99,21% dari target penerimaan Rp 35,359 triliun di tahun anggaran 2017.

Edi Sumantri, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta, memprediksi penerimaan bakal mencapai 100% pada Kamis (21/12) dengan selesainya program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor pada Rabu (20/12).

“Akhir tahun kemungkinan akan surplus sekitar Rp200 miliar,” ujarnya di Balaikota, Senin (18/12/2017).

Hal ini disebabkan dengan adanya lonjakan penerimaan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) pada Agustus 2017 dengan surplus penerimaan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) khusus kendaraan mewah sebesar kurang lebih Rp300 miliar.

Meski demikian masih ada beberapa objek pajak yang kemungkinan tidak mencapai target penerimaan 100% hingga akhir tahun.

Edi menyebutkan pajak hiburan, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), dan pajak air tanah merupakan penerimaan yang kemungkinan tidak mencapai target.

"Air tanah kan fungsinya pengendalian. jadi semakin sedikit orang yg menggunakan air tanah lebih bagus," katanya.

Meski demikian, Edi menyebutkan jumlah tunggakan pajak masih tersisa sekitar Rp4,5 triliun yang pembayarannya akan dikebut pada 2018.

"Tahun depan akan ada penagihan pajak dengan secara paksa [untuk penunggak]," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top