Kereta Bandara Terintegrasi Transjakarta, Ini Rutenya

Moda transportasi kereta bandara yang dioperasikan PT Railink akhirnya terintegrasi dengan bus Transjakarta.
Feni Freycinetia Fitriani | 27 Desember 2017 23:51 WIB
Kereta rel listrik (KRL) melintasi Stasiun Sudirman Baru di Jakarta yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunannya pada Selasa (31/10/2017). Stasiun sepanjang 520 meter yang dibangun untuk pemberhentian kereta Bandara Soekarno-Hatta itu ditargetkan beroperasi November 2017. - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA--Moda transportasi kereta bandara yang dioperasikan PT Railink akhirnya terintegrasi dengan bus Transjakarta.

Direktur Teknik dan Fasilitas Wijanarko mengatakan ada dua rute yang terhubung dengan stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta.

"Pembukaan rute baru tersebut rencananya akan dilaksanakan besok kamis dan dihadiri oleh Menhub [Budi Karya Sumadi]," katanya, Rabu (27/12/2017).

Pertama, Stasiun Sudirman Baru (BNI City) - Hotel Indonesia – Sarinah -Bank Indonesia- Gambir – Istana Negara- Monas.

Kedua, Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Hotel Indonesia- Tosari – Dukuh Atas – Karet – Semanggi – Kuningan – Rasuna Said- Menteng.

“Konsep ini mengikuti kota-kota modern yang menggunakan bus berlantai rendah [Low Entry] untuk memudahkan penumpang,” ujarnya.

Bus Metrotrans memiliki fasilitas pendingin udara (AC), kursi prioritas, dan handgrip untuk pegangan penumpang berdiri. Serta dua pintu penumpang berlantai rendah di sisi kiri bus, satu ruang kursi roda, ram kursi roda di area pintu untuk memudahkan keluar masuknya penumpang disabilitas.

Ketinggian lantai bus dapat disesuaikan naik dan turun untuk kenyamanan keluar masuk penumpang. Wijanarko menambahkam bus Metrotrans memiliki kapasitas penumpang duduk sebanyak 41 dan berdiri sekitar 27 orang.

"Untuk tahap awal kami akan mengoperasikan 15 unit bus Metrotrans. Harga tiket tetap Rp3.500 per penumpang," ucapnya.

Tag : kereta bandara
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top