Japanese Cultural Weeks Kembali digelar, Ini Jadwalnya

Japanese Cultural Weeks merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini terdiri atas beragam acara pengenalan budaya, baik modern maupun tradisional dan kali ini diselenggarakan di gedung The Japan Foundation, Jakarta.
Azizah Nur Alfi | 17 Februari 2018 06:41 WIB
Pameran ikebana internasional di The Japan Foundation pada Juli 2017. - Facebook The Japan Foundation

Bisnis.com, JAKARTA - The Japan Foundation Jakarta kembali menyelenggarakan Japanese Cultural Weeks pada 19 Februari-2 Maret 2018.

Japanese Cultural Weeks merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini terdiri atas beragam acara pengenalan budaya, baik modern maupun tradisional dan kali ini diselenggarakan di gedung The Japan Foundation, Jakarta.

Dalam keterangan resminya, budaya tradisional yang akan diperkenalkan di antaranya, pengenalan igo (catur Jepang), chanoyu/sado (upacara minum teh Jepang), demonstrasi kimono dan pameran ikebana.

Sementara itu, budaya modern yang akan ditampilkan adalah pameran dan workshop ilustrasi makanan Jepang, penampilan jazz oleh Fontana Folle, pengenalan makanan Jepang “Udon” oleh Marugame Udon, berbagi informasi dengan Annisa Hara yang menjadi relawan dalam bencana Tohoku 2011, dan talkshow musik Jepang bersama Mondo Gascaro.

Berikut agendanya:

1. Pameran ilustrasi makanan Jepang

Makanan adalah kebudayaan. Bahkan, sebuah bangsa dapat dinilai dari apa yang dimakan dan bagaimana cara mereka makan.

Pameran ini menampilkan karya Ceritamakan oleh Beng Rahadian dan Bidadari Cikini. Bagi keduanya, makanan merupakan objek yang menarik untuk digambar dan diceritakan secara personal karena makanan bukan semata selera lidah, tapi juga selera mata.

Pameran dibuka pada 19 Februari 2018 pukul 16.00 WIB. Adapun, pameran berlangsung pada 20-26 Februari 2018 pukul 10.00-18.00 WIB, hari Minggu libur.

2. Upacara minum teh Jepang oleh Urasenke Tankokai Indonesia

Chado atau lebih dikenal dengan chanoyu (upacara minum teh Jepang) merupakan disiplin spiritual dan estetika untuk perbaikan diri, di Jepang dikenal sebagai ‘do’, a ‘way’, ‘cara/jalan’.

Kata chado berarti the way of tea atau cara/jalan teh. Dalam prinsip chado, semangkuk teh dapat memenuhi kebutuhan spiritual akan ketenangan diri. Di sini, Anda akan menemukan filosofi yang terkandung dalam proses penyajian semangkuk teh di Ochakai ini.

Upacara minum teh Jepang oleh Urasenke Tankokai Indonesia digelar pada 20 Februari 2018 pukul 11.00-13.00 WIB. Sayang, kuota pendaftaran sudah penuh karena antusiasme masyarakat yang besar.

3. Pengenalan kimono dan yukata oleh Kaori Kubota

Kimono dan yukata adalah dua pakaian khas Jepang yang serupa, tapi tak sama. Kimono adalah pakaian formal Jepang, sedangkan Yukata adalah pakaian musim panas Jepang.

Walaupun terlihat sama, ada banyak perbedaan dalam kedua pakaian tersebut. Di sini, Anda akan belajar, melihat, dan mengenakan pakaian khas Jepang.

Pengenalan imono dan utaka oleh Kaori Kubota digelar pada 21 Februari 2018 pukul 11.00-13.00 WIB. Sayang, kuota pendaftaran sudah penuh karena antusiasme masyarakat yang besar.

4. Pengenalan igo (catur) oleh Federasi Igo Indonesia

Igo adalah permainan strategi peperangan di masa sengoku jidai (zaman perang) era 1500-an di Jepang. Para penguasa sangat menyukai igo sebagai simulasi perang.

Pengunjung dapat adu strategi menggunakan media papan, biji igo di acara ini. Pengenalan igo oleh Federasi Igo Indonesia dilaksanakan pada 22 Februari 2018 pukul 09.00-16.00 WIB.

5. Sharing with Annisa Hara: Volunteer Bencana Tohoku

Annisa Hara aktif berkegiatan sosial. Produser film ini pernah bergabung bersama Nippon Foundation yang memberikannya pengalaman menjadi relawan saat terjadi bencana tsunami di Tohoku pada 2011. Bersama rekan-rekannya, dia mendokumentasikan pengalaman tersebut menjadi sebuah film yang terpilih untuk ditayangkan pertama kali di Tokyo International Film Festival 2011.

Sesi ini akan dilaksanakan pada 23 Februari 2018 pukul 14.00-16.00 WIB.

6. Pengenalan makanan udon oleh Marugame Udon

Udon adalah salah satu jenis mie Jepang. Walaupun nasi adalah makanan pokok Jepang, udon juga bisa dianggap sebagai makanan pengganti nasi.

Ada banyak jenis udon di Jepang dan tidak semuanya dinikmati panas, tapi bisa juga dimakan dingin. Pengenalan makanan udon oleh Marugame Udon dilaksanakan pada 24 Februari 2018 pukul 13.00-15.00 WIB.

7. Jazz Performance by Fontana Folle feat Yoko

Fontana Folle adalah sebuah kelompok jazz dari Jepang yang dibentuk pada 2016. Beranggotakan tiga orang yang berbeda kewarganegaraan, grup yang berbasis di Tokyo ini berkarya dengan mengadopsi standar musik Jepang, Amerika, Brazil, Italia dan Asia Tenggara.

Vokal androgini yang mengingatkan kita pada George Michael dan Sade, semakin mewarnai alunan musik yang terinspirasi dari jazz, latin dan R&B.

Adapun Yoko Yamazaki adalah seorang pianis Jazz/musik Brazil yang memimpin proyek musik “Laranja”. Dia juga merupakan seorang pianis yang paling dicari untuk mengiringi berbagai acara musik di Tokyo.

Jazz performance by Fontana Folle feat Yoko dilaksanakan pada 27 Februari 2018 pukul 12.00-13.00 WIB.

8. Talkshow musik Jepang bersama Mondo Gascaro

Musik Jepang memiliki ciri khas tersendiri sehingga muncul istilah J-Rock, J-Pop, dan lainnya. Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat mengulik dan mengenal lebih dalam musik Jepang bersama Mondo Gascaro yang merupakan komposer Jepang-Indonesia, penyanyi-penulis lagu, serta produser. 

Dia juga menggubah musik untuk film-film terkenal di Indonesia seperti Love for Share (2006), Forbidden Door (2009 ), dan The Ritual (2012), dan Halo, Selamat Tinggal (2012).

Pada akhir 2016, Mondo Gascaro merilis album debutnya yaitu Rajakelana dan mendapat respons yang sangat baik, termasuk terpilih sebagai 2016 Album of the Year oleh Majalah TEMPO serta peringkat ke-2 dari 20 Best Albums 2016 oleh Rollingstone Indonesia. Album ini juga dirilis di Jepang oleh label Production Dessinee (2017).

Talkshow akan dilaksanakan pada 27 Februari 2018 pukul 14.00-15.00 WIB.

9. Pameran ikebana Ikenobo Indonesia

Ikebana adalah rangkaian bunga khas Jepang yang sudah dipraktekkan sejak 600 tahun yang lalu. Namun, ikebana bukanlah rangkaian bunga biasa karena memiliki filosofi tersendiri dan harus menggunakan tanaman hidup. Rangkaian bunga indah dalam ikebana yang mencerminkan keseimbangan hidup bisa membuat perangkai maupun mereka yang menikmatinya merasa damai.

Pameran ini akan digelar pada 1-2 Maret 2018 pukul 10.00-18.00 WIB. Demonstrasi ikebana dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2018 pukul 14.00-15.00 WIB serta 2 Maret 2018 pukul 11.00-12.00 WIB dan pukul 14.00-15.00 WIB.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebudayaan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup