Anies Lantik Pengacara Buni Yani & Mantan Napi Penghina Ahok Jadi Pengurus KONI DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik 36 pengurus Kontingen Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) DKI untuk kepengurusan 2017-2021 di Balai Kota, Selasa (20/2/2018).
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  15:00 WIB
Anies Lantik Pengacara Buni Yani & Mantan Napi Penghina Ahok Jadi Pengurus KONI DKI
KONI DKI Jakarta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik 36 pengurus Kontingen Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) DKI untuk kepengurusan 2017-2021 di Balai Kota, Selasa (20/2/2018).

Menurut Anies, pengukuhan dan pelantikan Ketua Umum dan pengurus KONI DKI ini penting sekali agar punya orientasi yang jelas. Dia pun menargetkan atlet Jakarta tidak hanya juara PON melainkan menguasai Sea Games dan Asian Games.

“Saya ingin DKI Jakarta memperbanyak kontingen untuk Sea Games dan Asian Games, serta berprestasi di dua event internasional tersebut. Jadi kalau levelnya PON, sudah seharusnya menang,” kata Anies di Balai Kota DKI, Selasa (20/2/2018).

Laksamana Pertama TNI (Purn) Djamhuron P Wibowo terpilih sebagai Ketua KONI DKI. Selain itu, terdapat nama-nama yang cukup familiar menjadi pengurus KONI DKI, yakni Ketua Bidang Hukum Aldwin Rahardian yang diketahui menjadi pengacara Buni Yani.

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun pada terdakwa kasus penyebaran ujaran kebencian Buni Yani karena dinilai terbukti menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA melalui video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mengutip surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidato di Kepulauan Seribu yang diunggah ke Facebook.

Ada pula Wakil Ketua Umum I Gde Sarjana yang diketahui adalah suami dari mantan Cawagub DKI Sylviana Murni. Anies juga melantik Jamran sebagai Sekretaris Umum. Jamran merupakan tim sukses pasangan calon Agus-Sylvi. Jamran pernah divonis 6 bulan 15 hari penjara dan denda Rp10 juta karena menghina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Facebook dan Twitter.

Jamran adalah Ketua KONI Jakarta Utara dan tokoh Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) yang dikenal aktif mengampanyekan anti-Ahok.

Dia diduga terlibat dalam permufakatan jahat untuk melakukan aksi makar. Dia dianggap terkait dengan delapan tokoh lain yang juga ditangkap terpisah seperti Rahmawati, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkasi, hingga Kivlan Zen.

Dalam penyidikan, polisi bahkan menemukan Jamran dan saudaranya Rizal sempat menerima uang dari Gde Sardjana, suami Sylviana Murni, sebelum aksi 212 karena dianggap memiliki massa. Namun, tuduhan makar keduanya tidak terbukti. Keduanya malah disangkakan melakukan ujaran kebencian berdasar SARA dari periode 2015 hingga 2016.

Selain itu,  timses Anies-Sandi saat kampanye Pilkada DKI 2017 yakni Novita Dewi didapuk menjadi Bendahara Umum.

Ketua KONI DKI Djamhuron mengatakan proses seleksi kepengurusan dilakukan oleh Ketua Umum bersama dua formatur. Karena terbatas waktu, anggota pengurus KONI oun dipilih langsung oleh Ketu Umum dan timnnya.

“PON sudah dekat, ada batasan waktu. Jadi pengurus 36 dipilih dari orang yang saya kenal betul kualifikasi mereka,” ucapnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top