PROYEK LRT: Bakal Ada Rekayasa Lalin di HR Rasuna Said

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan pengaturan atau rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, terkait pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT).
Newswire | 14 Maret 2018 13:58 WIB
Pekerja beraktivvitas di proyek LRT di Jakarta, Selasa (29/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -  Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan pengaturan atau rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, terkait pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT).

"Selama berlangsungnya pekerjaan U-Shape proyek LRT Cawang-Dukuh Atas, kami lakukan rekayasa lalin di sekitar area proyek," kata Kepala Dishub DKI Andri Yansyah di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurut dia, rekayasa lalin tersebut dilakukan sebanyak tiga kali selama periode Maret hingga April 2018, sesuai dengan pengerjaan U-Shape LRT yang dibagi menjadi tiga zona.

"Ada tiga zona pengerjaan, yaitu Zona 1 di depan Kedubes Malaysia sampai Kementerian Hukum dan HAN. Zona 2 di depan Kedubes Rusia sampai Setiabudi One. Zona 3 di depan Wisma Bakrie sampai Arya Duta," ujar Andri.

Untuk pengerjaan di Zona 1, dia menuturkan, akan dilakukan rekayasa lalin mulai 9 hingga 19 Maret 2018 pukul 23.00 hingga 04.00 WIB setiap hari.

Di Zona 2, rekayasa lalin dimulai dari 7 hingga 17 April pukul 23.00 hingga 04.00 WIB setiap hari.

Sedangkan untuk pengerjaan di Zona 3, sambung dia, pengaturan lalin akan diberlakukan mulai 22 hingga 31 Maret 2018 pukul 23.00 hingga 04.00 WIB setiap hari.

"Selama berlangsungnya pengerjaan tersebut, pengaturan lalin akan kami laksanakan dengan cara mengalihkan perjalanan kendaraan yang berada di jalur cepat ke jalur lambat," tutur Andri.

Lebih lanjut, pihaknya pun menghimbau kepada seluruh pengendara agar menghindari ruas Jalan HR Rasuna Said selama berlangsungnya proses pekerjaan U-Shape LRT tersebut.

"Kami menghimbau kepada semua pengendara supaya menghindari ruas Jalan HR Rasuna Jalan dan dapat menyesuaikan debgan pengaturan lalin yang diberlakukan di kawasan tersebut," ungkap Andri.

Sumber : ANTARA

Tag : LRT
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top