Jakpro Buka Peluang Gantikan PLN untuk Distribusikan Listrik di Kepulauan Seribu

PT Jakarta Utilitas Propertindo, anak usaha PT Jakpro, menawarkan wacana untuk mengelola dan mendistribusikan pasokan listrik ke Kepulauan Seribu.
Feni Freycinetia Fitriani | 20 Maret 2018 21:54 WIB
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA--PT Jakarta Utilitas Propertindo, anak usaha PT Jakpro, menawarkan wacana untuk mengelola dan mendistribusikan pasokan listrik ke Kepulauan Seribu.

Hal itu diucapkan Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo Chairul Hakim seusai acara Focus Group Discussion (FGD) Proyeksi Kebutuhan Listrik di Kepulauan Seribu badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut di Hotel Four Points, Jakarta.

Menurutnya, ide untuk mendistribusikan listrik ke Kepulauan Seribu muncul lantaran tingginya permintaan tetapi belum ada langkah konkret dari PLN Distribusi Jaya Raya terkait hal itu.

"Tahap awal, harus ada penugasan dari Pemprov DKI yakni Gubernur yang diberikan ke BUMD. Selanjutnya, pemerintah akan mengajukan izin usaha pengembangan tenaga listrik ke Kementerian ESDM. Ini syarat yang harus dilakukan sebelum PLN melepas kewilayahan mereka ke BUMD atau swasta," ucapnya, Selasa (20/3/2018).

Dia menuturkan saat ini Pemprov DKI memiliki 75 km kabel laut yang digunakan untuk mengaliri listrik ke pulau-pulau di Utara Jakarta. Namun, kapasitasnya tak besar, yakni hanya sekitar 8 KW.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, dari 110 pulau dalam zonasi Kepulauan Seibu, baru 15 pulau yang sudah terhubung dengan jaringan kabel laut (on-grid). Dengan catatan, 12 pulau berpenduduk dan tiga pulau resort dimana pemakaian daya eksisting berkisar 4-5 MW.

Sementara itu, wilayah yang belum terkoneksi dengan jaringan kabel laut atau off-grid berjumlah 13 pulau. Ironisnya, semua pulau off-grid digunakan untuk destinasi wisata atau resort. Pulau-pulau tersebut a.l. pulau Bidadari, Sepa, Pelangi, Macan, Putri, Ayer, dan Pantara. Adapun, pulau Kotok saat ini sudah tidak digunakan untuk resort.

Menurut Chairul, pengelola resort sejak awal hingga saat ini menggunakan genset sebagai sumber listrik. Padahal, cost untuk genset ini jauh lebih mahal dibandingkan listrik PLN.

"Bandingkan saja harga listrik PLN itu berkisar Rp1.200/KWH, sementara listrik dari genset bisa mencapai Rp5.000/KWH. Kalau kami bisa menyuplai listrik ke pulau resort tentu akan menstimulasi sektor pariwisata di Kepulauan Seribu," imbuhnya.

Meski demikian, Chairul tak menampik hal yang dia sampaikan baru sebatas ide. Pasalnya, semua keputusan berada di tangan Pemprov DKI. Apakah tetap menunggu PLN memasok listrik lewat kabel laut atau menugaskan BUMD membeli listrik curah dari PLN dan mendistribusikan kepada konsumen yang membutuhkan.

"Sekarang kami masih lakukan FGD dan akan menyerahkan ke Pemprov DKI. Jakpro akan menyiapkan business plan. Tinggal dibandingkan saja dengan PLN. Kalau PLN punya rencana silakan garap. Namun, kalau tidak ada ya lebih baik diserahkan ke BUMD," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top