Gerbong MRT Diprediksi Telat Tiba di Tanjung Priok

Kedatangan gerbong kereta atau rolling stock Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta diperkirakan tidak akan sampai Jakarta sesuai jadwal, yaitu 26 Maret 2018.
Feni Freycinetia Fitriani | 21 Maret 2018 11:10 WIB
Mass Rapid Transit (MRT) - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Kedatangan gerbong kereta atau rolling stock Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta diperkirakan tidak akan sampai Jakarta sesuai jadwal, yaitu 26 Maret 2018.

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan kapal yang mengangkut gerbong pertama dan kedua tersebut saat ini terpaksa merapat atau berlabuh di Shanghai, Cina.

"Pengiriman terpaksa tertunda karena cuaca buruk. Kapal merapat ke Shanghai dahulu baru sampai Tanjung Priok kemungkinan pada 28 Maret," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Rabu (21/3/2018).

Dia menuturkan kapal Ellensborg akan berada di pelabuhan Kota Shanghai selama dua hari. Setelah itu, kapal berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Priok tanpa transit di tempat lain. Pengiriman gerbong kereta MRT Jakarta pertama dan media, melalui beberapa proses.

Pertama, jadwal pengiriman dari pabrik Toyokawa ke Pelabuhan Toyohashi mulai 21 Februari hingga 28 Februari. Selanjutnya, dilakukan perakitan dan pengepakan kereta di Pelabuhan Toyohashi mulai 23 Februari hingga 3 Maret. Lalu, pengangkatan (lifting) dari pelabuhan Toyohashi ke kapal laut mulai tanggal 5-7 Maret.

"Kemudian kapal pengangkut gerbong kereta berangkat menuju pelabuhan Tanjung Priok. Proses ini berlangsung sekitar dua minggu," imbuhnya.

Setiap unit kereta MRT Jakarta akan didaftarkan untuk diberikan identitas nomor kereta oleh Dirjen Perkeretaapian. Untuk itu, PT MRT Jakarta telah bersurat ke Dirjen Perkeretaapian.

Jika sudah sampai di Tanjung Priok, kata Tubagus, kereta akan disimpan di depo MRT Lebak Bulus. Perusahaan memang telah menyediakan area workshop dan dan halaman yang luas untuk menyimpan gerbong kereta.

"Tim teknisi akan merangkat satu per satu gerbong di depo. Setelah selesai dirakit, gerbong kereta akan disimpan sebelum dilakukan uji coba track Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Spesifikasi rolling stock PT MRT Jakarta, diantaranya badan kereta terbuat dari stainless steel, memiliki dimensi 2,950 mm x 3,655 mm, serta dapat menampung penumpang hingga 1.850-1.900 orang per rangkaian kereta. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam gerbong kereta.

Proses pengerjaan rolling stock tersebut sesuai dengan paket pengadaan atau tender CP-108 yang dimenangkan oleh Sumitomo Corporation pada Maret 2015. Sumitomo Corporation lantas menunjuk Nippon Sharyo, LTD. untuk memproduksi 16 rangkaian kereta rel listrik.

Tag : mrt
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top