Tinggal di Kawasan Elit, Air Tanah Rumah Sandiaga Tercemar Bakteri E.coli

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan siap berhenti menggunakan air tanah di rumah dan menggantinya dengan air perpipaan yang disediakan oleh PAM Jaya.
Feni Freycinetia Fitriani | 21 Maret 2018 12:48 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat dan Dirut PAL Jaya Subekti. Sandi memastikan akan memutus air tanah dan beralih ke air perpipaan di rumahnya. - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan siap berhenti menggunakan air tanah di rumah dan menggantinya dengan air perpipaan yang disediakan oleh PAM Jaya.

Hal tersebut diucapkan Sandi saat acara Coffee Morning yang dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Erland Hidayat, Dirut PAL Jaya Subekti, dan direksi operator air swasta yakni Aetra-Palyja.

"Awalnya saya bahas OK-OCE dengan Pak Bekti [Dirut PAL Jaya]. Lalu saya tanya septic tank rumah saya bagaimana, ternyata tercemar bakteri Escherichia coli (E.coli) ," katanya di kediamannya di Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018).

Sandi mengaku sangat kaget dengan fakta tersebut, tapi hanya diam saja. Tak lama setelah itu, dia pun membicarakan hal tersebut dengan istrinya, Nurasiah.

Tercemarnya air tanah dengan septic tank membuat air di rumahnya menjadi bau. Padahal, lokasi tempat tinggal Sandi berada di kawasan elit di Ibu Kota yakni daerah Senopati.

Bahkan, hanya jalan kaki beberapa langkah dari pintu rumahnya, sudah masuk kawasan perkantoran dan bisnis terpadu, Sudirman Central Business District atau SCBD.

"Terus saya bilang sama istri saya, 'Non, kita mandi pakai air limbah kita sendiri'. Ini enggak sehat," ucapnya.

Sandi menuturkan sebagai upaya awal, warga dapat mulai meninggalkan penggunaan air tanah di rumah atau tempat tinggal masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, dia pun secara resmi memotong pipa air tanah sebagai simbol bahwa dia akan beralih menggunakan air PAM di rumah.

"Selain memang kualitas air tanah yang sudah buruk, kepedulian akan penurunan tanah (land subsidence) menjadi pencetus ajakan ini. Mari kita berhenti memakai air tanah secara berlebihan dan mulailah menggunakan air perpipaan," papar Sandi.

Sementara itu, Dirut PD PAL Jaya Subekti menyampaikan tercemarnya air tanah di rumah Wagub terjadi lantaran bocornya septic tank.

"Karena bocor, bakteri E.coli ke mana-mana. Kami sudah cek air tanah Pak Wagub, sudah tercemar bakteri E.coli 10.000 per 100 cc. Padahal, standarnya hanya 3.000 per 100 cc," terangnya.

Tag : air tanah, sandiaga uno
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top