Anies Bahas Restrukturisasi Air Bersih di Istanbul

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Wali Kota Istanbul Mevlut Uysal dalam kunjungan kerja di Istanbul, Turki, Minggu (22/4).
Feni Freycinetia Fitriani | 23 April 2018 16:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan pengarahan di Balai Kota Jakarta, Senin (13/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA--Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Wali Kota Istanbul Mevlut Uysal dalam kunjungan kerja di Istanbul, Turki, Minggu (22/4).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah topik seperti transportasi massal, masalah restrukturisasi air bersih, dan pertukaran budaya.

Anies menjelaskan Jakarta berkomitmen belajar mengenai pengelolaan armada minibus dan restrukturisasi air. Terlebih kedua isu tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depan. Pemprov DKI akan mengembangkan penyediaan transportasi massal dan menegakkan peraturan penggunaan air.

"Pemprov DKI Jakarta akan mengirimkan tim yang secara langsung mempelajari tentang armada (minibus) dan tim restrukturisasi air yang akan belajar secara langsung pengalaman dengan Istanbul,” katanya dalam siaran pers, Senin (23/4/2018).

Selain itu, dia dan Wali Kota Mevlut melakukan penjajakan kerja sama dan penandatanganan Minutes of Agreement antara Istanbul dan Jakarta.

Wali Kota Mevlut pun mengatakan Pemerintah Kota Istanbul siap berbagi ilmu dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Pemerintah Istanbul siap memberikan ilmunya tentang restrukturisasi air, pengelolaan armada minibus, hingga permasalahan teknis lainnya untuk dipelajari dengan Jakarta," jelasnya.

Anies juga menyoroti rencana pertukaran budaya antara Istanbul dan Jakarta, kedua kota juga memiliki potensi pariwisata budaya yang kaya. Istanbul sedang merancang pertukaran budaya dengan kota-kota yang mempunyai populasi di atas 10 juta jiwa dan Jakarta termasuk di dalamnya.

Dalam kunjungan itu, mantan Menteri Pendidikan ini juga berkesempatan meninjau lokasi pariwisata budaya Galata Tower di Istanbul yang usia bangunannya sudah mencapai 1.600 tahun.

Anies turut mengapresiasi Pemerintah Kota Istanbul karena merawat cagar budaya itu dengan baik.

“Yang menarik dari pengelolaan wisata budaya di Galata Tower adalah orisinalitasnya tetap terjaga, tapi aksesnya dipermudah. Hal tersebut terlihat dari orang yang datang bisa merasa seperti berada di situasi masa lalu,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI tengah mengkaji perjanjian kerja sama antara PAM Jaya dengan dua operator air, yaitu Aetra dan Palyja. Perjanjian kerja sama akan berakhir pada 2023.

Di sisi lain, Mahkamah Agung telah mengeluarkan keputusan agar pemerintah Ibu Kota menghentikan swastanisasi air dan mengembalikan pengeloaan kepada negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top