Lebaran, Tren Inflasi di DKI Turun dalam Tiga Tahun Terakhir

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho memprediksi inflasi di Ibu Kota saat Puasa-Lebaran tahun ini terjaga.
Feni Freycinetia Fitriani | 24 April 2018 14:28 WIB
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho memprediksi inflasi di Ibu Kota saat Puasa-Lebaran tahun ini terjaga.

Dia berharap tingkat kenaikan harga bahan pokok pada periode Puasa-Lebaran tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Mengacu pada data, tren inflasi saat Hari Raya Idulfitri di DKI Jakarta terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Tingkat inflasi pada 2015 tercatat 0,97%, 2016 turun menjadi 0,64%, dan pada 2017 hanya 0,46%," kata Trisno seusai melakukan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Balai Kota, Selasa (24/4/2018).

Menurutnya, hal tersebut merupakan capaian baik bagi TPID DKI Jakarta. Pasalnya, permintaan kebutuhan pokok jelang Ramadhan dan Idul Fitri lebih tinggi dibandingkan periode lain. Karena itu, tekanan inflasi pun cukup tinggi.

"Namun, saya melihat sinergitas antara BI, Pemprov DKI, dan BUMD ketahanan pangan mampu meredam gejolak harga yang terjadi. Kuncinya ada pada pengelolaan pasokan pangan dan distribusi," imbuhnya.

Sebagai catatan, inflasi di DKI Jakarta pada triwulan I/2018 tercatat sebesar 3,23% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,40%. Hal ini disebabkan oleh inflasi di kelompok administered price dan inti yang cukup terkendali dibandingkan naisonal.

Pada kelompok administered price, tarif listrik di Jakarta tercatat 4% jauh lebih rendah dibandingkan nasional 11,7%. Dari inflasi kelompok inti, harga kontrak rumah dan emas perhiasan masing-masing tercatat 0,1% (yoy) dan 8,3% (yoy).

Tag : Inflasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top